Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pratama Menanti Ketegasan Pemerintah
Kamis, 24 April 2008 | 00:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Penyelenggara Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi yang telah ditunjuk pemerintah, PT Pratama Jaringan Nusantara, meminta pemerintah secepatnya merampungkan pro-kontra pelaksanaan sistem kliring baru itu.

Direktur Utama Pratama, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, menyatakan perusahaannya siap apabila akhirnya pelaksanaan Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi batal. “Tapi itu melanggar hukum,” katanya di Jakarta kemarin.

Jika sampai batal, ia meneruskan, Pratama akan meminta pertanggungjawaban pemerintah perihal utang Pratama kepada bank akibat proyek ini. "Kami warga negara yang baik. Kami kembalikan masalah ini kepada pemerintah sesuai dengan hukum,” ucapnya.

Perusahaan yang saham terbesarnya dimiliki oleh PT Anugerah Cahaya Abadi ini pemenang tender pada Februari 2004. Kliring ini dilakukan untuk mempercepat proyeksi keuangan operator dan menekan biaya operasional operator. Tapi Sistem kliring baru ini terkatung-katung karena operator telekomunikasi menolak.

Operator berpendapat tak ada masalah dengan sistem sebelumnya, Sistem Otomatis Kliring Indonesia (SOKI) yang dikelola oleh operator melalui Asosiasi Kliring Telekomunikasi (Askitel). Negosiasi yang dimotori pemerintah mentok. Terakhir, mayoritas operator ingin mengambilalih kontrak pengelola kliring dari Pratama. Pemerintah juga masih membuka peluang negosiasi.

Wigrantoro menerangkan, sejak menang tender Pratama sudah mengeluarkan dana operasional termasuk menggaji puluhan karyawan. Tapi belum ada kerugian negara karena belum ada uang dari pemerintah yang masuk. Ia pun memastikan sejauh ini tak ada masalah dalam biaya operasional dan kewajiban perusahaan. Para pemegang saham masih berkomitmen mendanai Pratama. “Tak ada sinyal mereka akan meninggalkan kami."

Mayoritas operator menolak berkomentar soal kliring. Mereka beralasan negosiasi masih berlangsung. Menurut Direktur Utama PT Smart Telecom Sutikno Wijaya, operator tak mau menyesuaikan dengan sistem kliring baru. "Tidak gampang, butuh penyesuaian dan waktu," ujarnya. Apalagi, SOKI dinilai tak ada persoalan berarti.

Ig. Widi Nugroho


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121896 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Kejaksaan Periksa Perusahaan Terkait Alat Tes Flu Burung
Penahanan dan Penggeledahan PT Pos Mendesak
Korban Taksi Maut di Jalan Tol Bertambah
Jamaah Haji Beresiko Tinggi Alami Gangguan Kesehatan Dapat Kartu Kendali
Indeks Diperkirakan Terus Melaju

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data