Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Penjualan Krakatau Dibatasi Maksimal 35 Persen
Kamis, 24 April 2008 | 01:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penjualan saham PT Krakatau Steel (Persero) dibatasi maksimal 35 persen jika tawaran Arcellor Mittal menjadi mitra strategis disetujui pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat. Jumlah saham yang akan dilepas berkurang dari rencana awal 40 persen karena industri baja asal India itu meminta menjadi mayoritas di Krakatau. "Kemungkinan lepas 30 persen maksimal 35 persen, faktornya keinginan Mittal yang menjadi mayoritas dalam usaha patungan," ujar Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Rabu (23/4).

Tawaran Mittal menjadi mayoritas itu dikemukakan pemilik Arcellor Mittal, Lakshmi Mittal, melalui suratnya 17 April 2008. Surat itu ditujukan kepada Presiden, Wakil Presiden dan beberapa menteri yang terlibat dalam proses penawaran.

Menurut Fahmi, surat tertulis menandakan keseriusan Mittal. Sebelumnya perusahaan baja yang memiliki pangsa pasar dunia sebesar 10 persen ini mengemukakan rencananya secara lisan kepada Presiden dan wakil Presiden pada tanggal 10 April lalu.

Dalam surat tertulisnya, Mittal menyebutkan total investasi senilai US$ 5-10 miliar atas tiga jenis tawaran. Pertama, Mittal bekerjasama dengan PT Aneka Tambang Tbk dan Krakatau Steel mengelola penambangan batu bara, bijih besi, mangaan dan nikel. Kedua, menjadi mitra strategis Krakatau Steel dan ketiga membangun usaha patungan memproduksi baja di Cilegon dengan komposisi saham Mittal sebagai Mayoritas.

Hingga kini, kata Fahmi, pemerintah terus mempelajari tawaran Mittal. "Seperti menjual barang, bisa saja semua tawaran diterima atau separuhnya," ujarnya. Dia menegaskan, opsi penjualan saham melalui penjualan saham perdana (IPO) sudah didrop pemerintah. "Tinggal keputusan strategic sales diterima atau tidak."

Dia menegaskan, pemerintah akan berhati-hati dalam mengambil keputusan. "Butuh ketajaman agar pengalaman masa lalu tak terulang kembali," ujarnya. Dia menyebutkan pengalaman pahit akuisisi PT Semen Gresik Tbk dengan Cemex akan diantisipasi pemerintah. "Opsi istimewa yang merugikan pemerintah tak akan dibiarkan terjadi," katanya.

Komisaris Utama Taufiqurahman Ruki telah meminta waktu kepada Presiden agar mendengarkan hasil kajian Krakatau steel. Krakatau menolak opsi strategic sales dan memilih IPO untuk meraup dana Rp 2 triliun. "Keputusan memang ada ditangan pemerintah, namun mereka harus bertanggungjawab kepada rakyat," ujarnya.

YULIAWATI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Perdana Menteri Australia Hadiri Konferensi Perubahan Iklim
Jumlah BUMN akan Dipangkas Dari 140 ke 125
Presiden Minta BUMN Bersaing
Restrukturisasi BUMN akan Dipercepat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121898 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Wakil Presiden Tutup Raimuna IX
God Save the Queen di Silverstone
Pemerintah Banyuwangi Alokasikan Biaya Berobat Keluarga Miskin
Mayoritas SD Negeri di Kabupaten Malang Belum Bersertifikat
Panwas Protes KPU Jawa Timur

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data