|
Volume BBM Subsidi Terancam Bengkak 41 Juta Kilo Liter
Kamis, 24 April 2008 | 16:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Volume Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi terancam membengkak hingga 41 juta Kilo Liter akibat penyalahgunaan BBM dan pertumbuhan kendaraan bermotor.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan pendistribusian BBM bersubsidi akan diperketat melalui program pembatasan BBM subsidi dan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM subsidi.
"Diperkirakan kalau distribusi BBM tidak diawasi dengan benar, subsidi BBM membengkak menjadi 41 juta KL," kata Purnomo dalam acara penandatangan nota kesepahaman kerja sama BPH Migas dengan Kejaksaan Agung di Gedung BPH Migas, Jakarta, Kamis (24/4).
Menurut Purnomo, perkiraan pembengkakan 41 juta KL itu setara 15 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2008 sebesar 35,5 juta KL.
Purnomo menjelaskan, dengan asumsi harga minyak US$ 95 per barel, nilai subsidi BBM Rp 106 triliun. Apabila harga minyak mencapai US$115 per barel maka nilai subsidi bisa lebih dari Rp 125 triliun. Dengan adanya penyalahgunaan, volume dan nilai BBM subsidi akan terancam membengkak. "Artinya beban negara untuk subsidi BBM ini luar biasa besarnya," ujar Purnomo.
Purnomo meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) untuk mengawasi penyediaan dan pendistribusian BBM subsidi dengan baik. Selain itu, Purnomo mengaktifkan kembali Tim Koordinasi Penanganan Penyalahgunaan Penyediaan dan Pendistribusian BBM, yang anggotanya terdiri dari kantor Menkopolhukam, Kejagung, Mabes Polri, DESDM, dan BPH Migas.
Purnomo menegaskan pemerintah belum mengambil opsi kenaikan harga BBM. "Kami akan menggunkan smart card," katanya.
NIEKE INDRIETTA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|