|
“Tarif Ritel Internet Turun 40 Persen Tak Masuk Akal”
Kamis, 24 April 2008 | 18:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menilai pernyataan pemerintah bahwa tarif ritel layanan Internet bisa turun hingga 40 persen tak masuk akal.
Alasannya, turunnya biaya sewa jaringan tak serta merta mengurangi total biaya pengguna jaringan. Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Sylvia Sumarlin, menuturkan biaya sewa jaringan hanya satu dari beberapa komponen biaya total internet. Komponen biaya lainnya belum tentu turun.
“Apalagi penawaran biaya sewa dari penyedia jaringan belum disepakati dengan pengguna," katanya dalam keterangan pers di Jakarta. Sewa jaringan dalam daftar penawaran PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) itu, ia menjelaskan, adalah biaya jaringan dalam negeri. Padahal, beban terbesar bagi penyelenggara jasa terletak pada komponen biaya sewa bandwidth internasional yang berkisar US$ 2 ribu per Mbps.
Agoeng Wijaya
INDEKS BERITA LAINNYA :
|