Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Proyek Listrik 10 Ribu Megawatt Segera Jalan
Kamis, 24 April 2008 | 19:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengungkapkan, saat ini PLN akan mempercepat pembangunan proyek listrik 10 ribu megawatt. Namun, pemasok setrum milik negar ini masih harus menghitung kebutuhan batu bara, kontrak harga, dan peninjauan lapangan.

Menurut dia, selama ini kebutuhan batu bara dari beberapa pemilik Kontraktor Pertambantan sudah cukup. Namun, memang masih ada beberapa masalah, seperti kapasitas pasokan batu bara untuk waktu yang dipercepat. "Kami masih akan menunggu penelitian lapangan dari PLN,” paparnya setelah rapat koordinasi di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis (24/4).

Direktur keuangan PLN Setyo Anggoro Dewo menambahkan, PLN telah melaporkan hasil rapat dengan produsen-produsen batu bara. “Mereka siap memasok batu bara untuk proyek 10 ribu megawatt, tapi dengan catatan royaltinya dikurangi. Pihak mereka minta FoB (Free on Board),” ujar Dewo.

Ia menjelaskan kewajiban royalti kontraktor-kontraktor prtambangan selama ini sebesar 13,5 persen. Perusahaan-perusahaan batu bara meminta besaran royalti itu ditinjau kembali. Mereka meminta royalti sekitar 7,5 persen. "Tapi, kami masih akan hitung-hitungan lagi, kok. Yang pasti KP-KP itu siap dengan proyek 10 ribu megawatt,” katanya.

Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil menyatakan, untuk membantu proyek PLN perlu ada bantuan dari pemerintah. Dia mencontohkan, misalnya untuk asas cabotage dan besaran relaksasi asas cabotage. Selain itu, dia juga menyatakan adanya masalah perizinan tanah dengan Departemen Kehutanan. “Masih ada beberapa lokasi (pembangkit listrik) yang belum beres izinnya dari Dephut dan itu akan dikerjakan oleh tim,” katanya.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa untuk saat ini pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri akan menjadi prioritas utama. “Semua kontrak-kontrak itu wajib memenuhi kebutuhan dalam negeri. Perusahaan batubara BUMN juga akan diminta untuk lebih memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, ” katanya.

Ezther Lastania


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemasok Batu Bara PLN Belum Siap Produksi
Mantan Bupati Muarojambi Diperiksa Jaksa
Pemerintah Akan Bangun Pembangkit Listrik Di Bontang

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121962 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pensiunan Gugat PT Telkom Indonesia Rp 56 Miliar
Kejaksaan Periksa Perusahaan Terkait Alat Tes Flu Burung
Penahanan dan Penggeledahan PT Pos Mendesak
Korban Taksi Maut di Jalan Tol Bertambah
Jamaah Haji Beresiko Tinggi Alami Gangguan Kesehatan Dapat Kartu Kendali

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data