|
Pemerintah Tetap Pada Opsi Penghematan
Kamis, 24 April 2008 | 19:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah tetap pada opsi penghematan untuk menghadapi kenaikan harga minyak mentah dunia, yang sampai saat ini telah mencapai angka US$ 117 per barrel. “Kami telah mulai melakukan penghematan tetapi hasilnya baru kita pantau saat benar-benar dilaksanakan pada 1 Mei nanti,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ditemui di kantornya, di Jakarta (24/4)
Pemerintah, kata dia, masih menghitung pengeluaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) seiring melonjaknya konsumsi BBM bersubsidi hingga kuartal pertama tahun ini. Dia menyebutkan konsumsi BBM bersubsidi mencapai 9,6 juta kilo liter pada Maret dan pada April mencapai 12,3 juta kilo liter. "Jadi berapa pengeluaran pemerintah kalikan saja dengan harga di atas US $ 100, dan bisa dibuatkan estimasi jumlah subsidi sampai akhir tahun,” katanya.
Di sisi penerimaan, dia mengatakan, pemerintah akan melihat dulu pencapaian target bagian minyak untuk negara (lifting) 917 ribu barel per hari. "Sekaligus melihat brapa defisit anggaran yang mungkin akan muncul."
Ezther Lastania
INDEKS BERITA LAINNYA :
|