Indonesia Ekspor Beras Jika Produksi di Atas 3 Juta Ton
Sabtu, 26 April 2008 | 10:26 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar:Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Indonesia bisa mengekspor beras dengan syarat produksi beras di atas 3 juta ton per tahun. Menurutnya, saat ini percepatan bahkan peningkatan produksi bisa dinaikkan dengan penggunaan bibit hibrida.
"Secara logika saja kita mampu. Lahan yang produktif saja 12 juta hektare, setiap tahun bisa dua kali panen, jadi kebutuhan 2 juta hektare bisa dicapai," kata Kalla menegaskan hal itu kepada Menteri Pertanian Anton Apriyantono pada acara panen padi dan penaburan benih padi hibrida serta pencanangan Musim Tanam 2008 Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/5).
Menurut Kalla, kondisi pendukung untuk mewujudkan Indonesia bisa swasembada beras sudah kondusif. Teknologi pertanian meningkat, musim mendukung dan lahan juga subur.
"Penggunaan bibit hibrida harus terus dibudayakan, supaya peningkatan kebutuhan pangan bisa diwujudkan," kata Kalla. Harapannya ke depan, saat harga pangan melonjak, Indonesia diharapkan bisa menikmati hal tersebut dengan menjadi negara pengespor beras.
Menurut Kalla, jika Indonesia hendak mengekspor beras, kemampuannya harus 3 juta ton per tahun. Tahun ini Indonesia harus memenuhi target 2 juta ton padi dengan produksi sebanyak 6 juta gabah kering. "Kalau terus meningkat, kita bisa mengekspor beras," kata dia.
Menteri Pertanian menyatakan sanggup terus meningkatkan produksi beras di Indonesia. Meskipun kendalanya petani kurang familiar, kata Anton, pemerintah akan terus mensosialisasikan pengunaan bibit padi hibrida. "Ini kendalanya di lapangan, masyarakat masih takut gagal," kata dia.
Dalam kesempatan ini, Kalla menyempatkan memanen areal percontohan padi hibrida dan menabur benih hibrida di wilayah itu. Di samping itu, Kalla juga menyempatkan menggiling padi yang sudah dipanen.
Anton Aprianto
Topik :






Komentar Anda :