|
Presiden: Lonjakan Harga Pangan Justru Berkah Bagi Indonesia
Minggu, 27 April 2008 | 17:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku Indonesia sedang memasuki keadaan tersulit akibat dampak krisis minyak dunia, mahalnya harga pangan, dan perubahan iklim yang ekstrem. Ada pula kesulitan yang memang akibat ulah bangsa sendiri, seperti perusakan hutan.
Namun, kata Presiden, ketiga persoalan besar yang dihadapi dunia itu bukanlah musibah bagi Indonesia, melainkan justru menjadi berkah dan peluang bagi kebangkitan Indonesia. Modalnya, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar dan melimpah.
"Sesungguhnya, dengan mahalnya harga pangan di dunia, bagi Indonesia itu bukan musibah, tapi menjadi berkah. Apabila kita sadar bahwa seluruh kekayaan kita kelola dengan benar, ditata dengan baik, yang tumpang tindih dibereskan, maka kita tidak akan kekurangan pangan.
Seluruh kekayaan kita pun harus kita lindungi dari keserakahan pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia menjadi besar, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Kesulitan ini dapat menjadi berkah bila ditata dengan baik. Kita tidak akan putus asa untuk terus mencari solusinya."
Hal itu disampaikan Presiden dalam sambutan untuk acara resepsi hari lahir Gerakan Pemuda Ansor ke-74 di GOR Sasana Kridha Anaroga, Kelurahan Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (27/4). Acara ini dihadiri sekitar 8 ribu kader Ansor.
Abdi Purnomo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|