Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Hanya 85 Daerah Berhak Keluarkan Surat Ekspor
Senin, 28 April 2008 | 17:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Departemen Perdagangan Harmen Sembiring mengatakan, akan mengurangi dinas perdagangan di daerah yang berhak mengeluarkan Surat Keterangan Asal (SKA). "Dari 193 dinas kini tinggal 85," katanya, Senin (28/4). Pengurangan tersebut untuk mengurangi pengapalan produk illegal.

Menurut dia, selama ini pengapalan ilegal terjadi karena mudahnya pemberian SKA terhadap barang-barang ekspor yang bukan berasal dari Indonesia. Contohnya, produk garmen dari Cina yang dikemas dan diberi label Indonesia sebelum diekspor ke Amerika atau Eropa. Pengemasan dilakukan agar eksportir Cina tidak terkena biaya ekspor 10 persen ke negara tujuan. "Kerawanan pengepakan ilegal ini banyak terjadi di daerah berikat karena kami memberikan kemudahan perizinan usaha," ujar Harmen.

Produk-produk yang tergolong rawan pengemasan dan pengapalan ilegal, kata dia, yaitu kopi, udang, sepatu dan garmen. Menurut Harmen, hanya daerah-daerah penghasil yang bisa mengeluarkan SKA. "Garmen 14 dinas di daerah, kopi 15 dinas, udang 16 dan sepatu 14 dinas," katanya.

Harmen mencontohkan, Yogyakarta bukan penghasil kopi dan tak akan bisa mengeluarkan SKA. Pengetatan pemberian SKA untuk memberikan jaminan dan kepercayaan kepada negara tujuan ekspor.

ARTI EKAWATI

Dari Arsip Majalah TEMPO
Goyang Sawit ala India | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 07 Maret 2005
Mencungkil Selilit di Tengah Pesta  | 22 Desember 1998
Terbang Lebah ke Timur Tengah | 10 Januari 2005
Tak Surut Selepas Kuota | 10 Januari 2005
Primadona Berminyak Itu  | 13 Oktober 1998
Susan, Biru Eksklusif  | 26 Juli 2004
Naik Jangan Bersorak | 08 November 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Harga Jagung di Malaysia Lebih Tinggi
Pemerintah Tingkatkan Ekspor Bahan Jadi
Pengusaha Nilai Revisi Target Ekspor Realistis
Gorontalo Tetap Ekspor Sapi ke Malaysia
Pemerintah Klaim Ekspor Nonmigas Tetap Tinggi
Ekspedisi Indonesia Pelajari Standar Eropa
Bunga Kredit LPEI Rendah
Ekspor Sapi Perlu Pembatasan
Ekspor Produk Kreatif Tinggi
Sinjai Mulai Ekspor Kopi dan Coklat
> selengkapnya...

Referensi

Kronologi Larangan Ekspor Pasir Laut
Keppres RI No. 7 Tahun 2004 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara RI dan Republik Portugal Untuk Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak Yang Berkenaan Dengan Pajak Atas Penghasilan Beserta Protokol
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
Keppres RI No. 40 Tahun 1999 Tentang Dewan Pembina Industri Strategis
Ekspor-Impor Januari 2007
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Badan Ekspor Impor Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122133 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan
BLT Bojonegoro Dicairkan Besok
Pasangan Karsa Unggul di Jombang
Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data