Pemerintah Jangan Gegabah Dorong Ekspor Beras

Senin, 28 April 2008 | 17:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengamat pertanian Bustanul Arifin meminta pemerintah tak gegabah mewacanakan ekspor beras. Menurut dia, hingga kini masalah produktifitas pertanian dan data perberasan masih simpang siur. "Wacana itu masih jauh untuk diimplementasikan," katanya kepada Tempo, Senin (28/4).

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, Indonesia sangat mungkin mengekspor beras. Alasannya, karena Indonesia punya lahan produktif 12 juta hektar, dua kali masa panen, teknologi pertanian dan bibit padi hibrida. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai kenaikan harga pangan inrernasional seharusnya jadi momen yang menguntungkan, bukan petaka bagi petani (Koran Tempo, 28 April 2008).

Bustanul menilai, seharusnya pemerintah lebih konsentrasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani ketimbang melakukan ekspor. "Lebih baik amankan stok dalam negeri dan sejahterakan petani," katanya.

Menurut dia, kondisi pertanian nasional di dalam negeri saat ini belum beranjak dari masalah-masalah klasik, seperti: pembibitan, pra panen dan pasca panen. Selama masalah ini belum dipecahkan, kata Bustanul, produktifitas pertanian masih akan jauh dari target pemerintah.

RR ARIYANI

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :