Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Antara Akan Digerojok Modal Awal Rp 250-300 Miliar
Rabu, 30 April 2008 | 00:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara tahun ini akan menerima modal awal Rp 250-300 miliar dari pemerintah melalui Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Suntikan dana gede ini konsekuensi rencana pemerintah membentuk neraca awal dan mengubah status hukum Antara menjadi perusahaan umum (perum).

"Modal itu sekaligus untuk menutup bodong (kerugian) di Antara," kata Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu kepada Tempo melalui telepon di Jakarta Senin lalu. Menurut dia, Kementerian Negara BUMN akan mengusut berbagai dugaan penyelewengan aset di Antara setelah pembentukan perum.

Said menjelaskan, pembentukan perum berkaitan dengan Undang-Undang Pers yang mengharuskan usaha media massa berbentuk perusahaan. Proses pemberian modal awal dan pembentukan perum tengah ditangani oleh Departemen Keuangan, yang meliputi audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengetahui jumlah modal awal yang dibutuhkan.

Pada 30 Januari silam, Antara meluncurkan logo baru sebagai tanda bertransformasi menuju kantor berita kelas dunia dalam acara bertajuk “Antara 2008 Meretas Jalan Kelas Dunia.” Direktur Utara Antara, Ahmad Mukhlis Yusuf, ketika itu menjelaskan Antara memiliki halaman baru yang berisi berita foto yang dapat diakses melalui www.antaraphoto.com. Rencananya, kantor berita milik negara ini membuka “Galeri Foto Antara” pada Mei.

Diakhir acara, Mukhlis meneken nota kesepahaman dengan beberapa stasiun televisi daerah, seperti Bangka TV dan Borneo TV. Antara juga akan bekerjasama dengan seluruh televisi di daerah sebagai meneydia konten.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Antara profesional dengan menyajikan berita yang seimbang. Permintaan ini disampaikan dalam rapat kabinet terbatas mengenai LKBN Antara. "Jangan menyampaikan berita dari sisi negatifnya saja," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh seusai rapat. Antara pun diharapkan menyajikan berita-berita yang positif, jangan melemahkan optimisme. (Koran Tempo, 29 Februari)

Kritik juga disampaikan oleh anggota Komisi Informasi Dewan Perwakilan Rakyat Bahrum R. Siregar. Antara dinilai tak mengawal isu-isu penting, seperti penangkapan Jaksa Urip Tri Gunawan yang diduga menerima uang sogokan kasus BLBI dan pembahasan Undang-Undang Pemilu. (Koran Tempo, 6 Maret)

Wahyudin Fahmi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122238 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Bapepam-LK Umumkan Dua Nama Calon Komisaris BEI
Hari Ini Lima Demonstrasi di Jakarta
Polisi Akses 160 CCTV Obyek Vital Ibukota
Suara NU ke Pasangan Karsa, Perempuan ke Kaji
Pasangan Karsa Langsung Lakukan Konsolidasi

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data