Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indonesia Masih Jadi Basis Produksi Otomotif
Rabu, 30 April 2008 | 03:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan industri otomotif menyatakan optimistis Indonesia akan dijadikan basis produksi kendaraan pabrikan internasional. Pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk yang besar serta jumlah tenaga kerja melimpah menjadi pertimbangan kalangan industri besar untuk menanamkan modalnya. "Potensi industri otomotif menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar Asia Tenggara masih sangat besar," Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Bambang Trisulo kepada Tempo, Selasa (29/4).

Basis produksi yang dimaksud adalah kegiatan proses industri tidak hanya diperuntukkan memenuhi kebutuhan pasar lokal, tapi juga untuk keperluan ekspor. Basis produksi dapat dimulai dari tingkatan yang paling simpel hingga rumit. Mulai dari proses perakitan, rancang bangun mesin, hingga pembuatan mobil utuh (completely build up/CBU).

Bambang menjelaskan, hingga kini Indonesia sudah menjadi basis produksi CBU untuk lima perusahaan otomotif, seperti: PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Astra Motor, PT Indomobil Sukses International, PT Honda Prospect Motor, dan PT Mercedes Benz Indonesia. Dia menambahkan, perusahaan asal Korea dan Amerika Serikat juga punya niat yang sama.

Menurut Bambang, kenaikan harga minyak dunia tidak menurunkan proyeksi pertumbuhan industri otomotif. "Kami harapkan tren kenaikan harga minyak ini tidak terus berlanjut," katanya.

Direktur Utama PT Indomobil Sukses International Tbk. Gunadi Sindhuwinata menyatakan, Indonesia masih potensial sebagai basis produksi otomotif. Alasannya, kata dia, tidak semua negara memiliki industri mobil. "Jadi kami punya chance kembangkan industri," katanya. Dia menambahkan, investasi akan menarik jika pemerintah punya ketegasan hapus ekonomi biaya tinggi.

Ekonomi biaya tinggi yang dimaksud tidak hanya yang menyangkut masalah lawas seperti: kepastian hukum, perpajakan, kepabeanan, birokrasi, tapi juga hal-hal kecil yang tidak membuat investor nyaman. "Misalnya, keruwetan mengurus perpanjangan visa kunjungan. Padahal, jika diperbaiki, Indonesia pasti akan jadi tempat yang sangat menarik," ujar Gunadi.

Direktur Pemasaran Toyota Joko Trisanyoto mengatakan, Toyota menjadikan Indonesia basis produksi sejak 1970. "Pada 2004, Toyota mulai memantapkan diri untuk memproduksi utuh Kijang Innova dan diekspor ke ASEAN, Amerika Latin, dan Afrika. Itu investasi terbesar terakhir yang dilakukan prinsipal kami," ujarnya.

Perusahaan sepeda motor asal Jerman Sachs Farhzeug und Motorentechnik GmbH--produsen otomotif kedua terbesar di Jerman setelah BMW- melakukan kerja sama dengan PT Minerva Motor Indonesia. Kerja sama dilakukan untuk bidang manufacturing dan co-branding serta asistensi teknis di pengembangan mesin dan manufaktur Minerva.

Direktur Utama Minerva Kristianto Goenadi yakin penjualan sepeda motor produksinya bakal pesat, karena segmen pasarnya berbeda dari yang umum dibidik produsen. "Pasar kami adalah kawula muda berusia 17 tahun ke atas," katanya.

RR ARIYANI | ALI NY


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Perusahaan Motor Jerman Lirik Pasar Indonesia
Komponen Kendaraan Wajib Ikuti Standarisasi Uni Eropa
Produsen Mobil Ancang-Ancang Naikkan Harga
Tahun Ini Industri Manufaktur Stagnan
Libur Tidak Ganggu Produktivitas Industri
Keluarga Kalla Jajaki Bisnis Mobil Cina
Toyota Lampaui General Motor
Pertumbuhan Industri Masih Lambat
Pasar Otomotif Belum Bergerak

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122241 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Tabrakan Beruntun di Tol Simatupang
Bapepam-LK Umumkan Dua Nama Calon Komisaris BEI
Hari Ini Lima Demonstrasi di Jakarta
Polisi Akses 160 CCTV Obyek Vital Ibukota
Suara NU ke Pasangan Karsa, Perempuan ke Kaji

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data