Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Perekonomian Nasional Masih Tertekan Inflasi
Rabu, 30 April 2008 | 05:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia menilai perekonomian nasional masih akan tertekan oleh tingginya tingkat inflasi. "Tingginya harga bahan makanan menjadi faktor pendongkrak inflasi," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom di Jakarta kemarin.

Adanya tekanan inflasi, menurut dia, terlihat dari perkiraan tingginya inflasi April dibandingkan laju inflasi bulan sebelumnya. Inflasi tahunan (year on year) April 2007- April 2008 juga diperkirakan lebih tinggi ketimbang inflasi tahunan Maret 2007-Maret 2008 yang sudah mencapai mencapai 8,17 persen. "Laju inflasi ini akan kami perhitungkan dalam tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia mendatang," katanya. Pada 8 Mei, BI akan menggelar Rapat Dewan Gubernur untuk memutuskan tingkat bunga acuan (BI rate) bagi perbankan nasional.

Deputi Gubernur BI Hartadi Agus Sarwono menambahkan, tingkat bunga ditentukan dengan mempertimbangkan pengaruh harga minyak dunia terhadap neraca pembayaran Indonesia, proyeksi inflasi, dan kinerja ekspor. "Tunggu saja nanti Rapat Dewan Gubernur," ujarnya.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2008, pemerintah mematok laju inflasi 6,5 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengakui target inflasi itu sulit tercapai di tengah tekanan akibat lonjakan harga minyak, harga pangan, dan krisis finansial di Amerika Serikat. Saat ini harga minyak sudah mencapai US$ 118 per barel.

Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) Ryan Kiryanto memperkirakan inflasi April bisa lebih rendah dibanding Maret lalu sebesar 0,95 persen. Tapi, angkanya masih tergolong tinggi sekitar 0,5-0,6 persen. Dia memperkirakan inflasi tahunan April 2007-April 2008 juga akan tetap tinggi, yakni 8,5-8,6 persen.

Ryan pesimistis target inflasi pemerintah sebesar 6,5 persen tahun ini akan tercapai. "Inflasi akan tinggi karena harga komoditas pangan masih mahal."

Demi menahan laju inflasi, Ryan memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis point menjadi 8,25 persen dari sebelumnya 8 persen.

Di tempat terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Boediono enggan mengomentari soal tekanan inflasi terhadap perekonomian nasional. "Tunggu saja pengumuman resmi Badan Pusat Statistik," katanya kemarin. BPS dijadwalkan akan mengumumkan inflasi dan indikator ekonomi lainnya Jumat (2/5).

AGUS SUPRIYANTO | EKO NOPIANSYAH


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Inflasi Februari Diprediksi Turun
Inflasi Februari Lebih Terkendali
Inflasi Desember 1,1 Persen, Merata Di Semua Daerah
Inflasi November Hanya 0,18 Persen
Inflasi di Jember Tertinggi di Jawa Timur
Redam Inflasi, Pemerintah Amankan Pasokan Sembako
Indeks Menunggu Inflasi
Biaya Pendidikan Sebabkan Kenaikan Inflasi
Target Inflasi Direvisi
Inflasi Mei 0,1 Persen
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122243 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan
BLT Bojonegoro Dicairkan Besok
Pasangan Karsa Unggul di Jombang
Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data