Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Asumsi Harga Minyak di APBN Sudah Tak Layak
Rabu, 30 April 2008 | 16:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Syahrial Loetan menilai asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) perubahan sebesar US$ 95 per barrel sudah tidak layak digunakan. Pasalnya harga minyak dunia saat ini sudah menembus level US$ 120 per barrel.

"Dari situ tampaknya memang ada harga yang harus disesuaikan, apalagi konsumsi BBM bersubsidi sudah lebih dari quota," kata Loetan di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (30/4).

Dia menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak dunia memang harus diantisipasi untuk mengurangi beban APBN. Berbagai skenario, lanjut dia, saat ini sedang dikaji penerapannya. Selain itu, pemerintah juga berusaha mengoptimalkan lifting minyak yang saat ini belum tercapai. "Menaikkan subsidi juga tidak mudah, karena ada limit yang sanggup dipenuhi," ujarnya.

Menurut Loetan, langkah antisipasi terhadap gejolok harga minyak dan komoditas global akan ditetapkan pada Juni 2008. "Sekarang kan APBN sudah berjalan, asumsi-asumsi yang digunakan nanti akan dievaluasi lagi, Juni akan diputuskan," kata Syarial. Untuk sementara, lanjut dia, seluruh instansi dan lembaga mungkin harus berpuasa belanja agar budgetnya cukup.

Dia melanjutkan, opsi yang tengah dikaji saat ini diantaranya menekan volume konsumsi BBM bersubsidi dengan berbagai program penghematan. Seperti penggunaan kartu kendali (smart card), konversi minyak tanah ke gas, penghematan penggunaan listrik. Opsi kedua, mengurangi lagi anggaran belanja kementrian dan lembaga negara. Kalau sebelumnya sudah dipotong 10 persen maka pemotongannya bisa diperbesar lagi, dan opsi ketiga adalah menambah defisit APBN lebih besar dari jatahnya 2,1 persen produk domestik bruto.

Eko Nopiansyah

Dari Arsip Majalah TEMPO
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Tak Minyak, Arang pun Jadi | 21 Maret 2005
Tidak Akan Transparan | 14 Maret 2005
Penggarong Kayu Layak Dipancung | 07 Maret 2005
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Di Luar Kontrol Pemerintah | 07 Maret 2005
Neraca atau Manajemen Bobrok | 07 Maret 2005
Minyak | 07 Maret 2005
Menanti di Ambang Tak Terjangkau | 21 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Pastikan Harg BBM Tak Akan Naik
Harga BBM Non Subsidi Naik Bulan Depan
Minyak Tanah Akan Dijual Rp 8600 Per Liter
Subsidi Minyak Telah Mencapai Rp 32 Triliun
Solar Langka di Balikpapan
Shell Pasok Bahan Bakar ke PLN
Warga Batam Tolak Smart Card BBM
Presiden Yudhoyono : Pemerintah Tak Terburu-buru Menaikkan BBM dan Listrik
Harga Minyak Mentah Tidak Akan Lampaui US$ 100
Presiden Minta Pembatasan BBM Tidak Buru-Buru
> selengkapnya...

Referensi

Siapa Boleh Membeli
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122276 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Kejaksaan Siapkan Eksekusi Amrozi Cs
Utang Bahan Bakar Militer Tanggung Jawab Pemerintah
Hong Kong Wajibkan Label Produk Impor
DPR akan Bertemu Pimpinan KPK
Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data