Rupiah Diperkirakan Stabil
Jum'at, 02 Mei 2008 | 09:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Nilai tukar rupiah pada akhir pekan ini diperkirakan stabil di level Rp 9.250 per dollar AS. "Pergerakan rupiah tidak akan terlalu besar, kecuali pasar modal jatuh atau naik tajam," ujar Farial Anwar, pengamat pasar uang kepada Tempo hari ini.
Selain itu, sikap Bank Indonesia dan bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) atas suku bunga sudah ditetapkan beberapa waktu lalu. Data inflasi yang akan dirilis Badan Pusat Statistik hari ini, menurut Farial, tidak akan terlalu berbeda dengan yang diprediksi pasar sebelumnya.
Ekspektasi inflasi sudah diperkirakan tetap tinggi karena selama triwulan pertama saja sudah mencapai 3,4 persen. "Jadi inflasi tahunan bakal tembus 7 persen," katanya.
Karena itu, dia menyarankan pemain pasar tidak mengambil langkah apapun kecuali wait and see. Kalau ambil posisi beli harus hati-hati. Kalau tidak terlalu penting, jangan beli. Kalau mau spekulasi pun kelihatannya tidak akan terlalu untung. "Karena bank sentral pasti intervensi kalau ada gejolak di pasar," ungkapnya.
Farial memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga patokannya pada pertengahan tahun. BI pasti menunggu dan melihat kondisi inflasi jangka panjang. "Pada dasarnya akan sangat sulit BI Rate dipertahankan di level 8 persen di tengah kondisi yang semakin sulit ini (harga minyak mentah tembus di atas US$ 120 per barel dan tingginya laju inflasi)," ucap dia.
RR ARIYANI





