Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Antara Jajaki Opsi Pemangkasan Pegawai
Senin, 05 Mei 2008 | 00:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara menjajaki opsi pemangkasan jumlah pegawai untuk menunjang rencana menjadi kantor berita berkaliber internasional. “Ini untuk efisiensi,” kata Direktur Utama Antara Ahmad Mukhlis Yusuf kepada Tempo Kamis pekan lalu di Jakarta.

Ia menuturkan, tim internal sumber daya manusia sedang mengkaji besaran karyawan yang dibutuhkan. Hasil kajian sementara menunjukkan, untuk bisa berkembang Antara idealnya membutuhkan 500 karyawan, sedangkan sekarang 800 pegawai. Mengenai jumlah dan peningkatan kemampuan pegawai akan tuntas pada 2010.

Jumlah pegawai saat ini, Mukhlis menjelaskan, kurang mendukung upaya perusahaan menjadi kantor berita bertaraf global pada 2010. Berdasarkan komposisi pegawai, total biaya untuk menghasilkan satu berita Rp 170 ribu. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang harga jual ke media pengguna berita, yang Rp 20-70 ribu per berita.

Di sisi lain, Antara tak mungkin menaikkan harga jual. Itu sebabnya, ongkos produksi harus diturunkan. Selama ini, Antara selalu merugi rata-rata Rp 20 miliar setiap tahun. Penyebabnya ditengarai adalah pengelolaan usaha yang tak modern. “Oleh sebab itu modernisasi bisnis dan SDM menjadi pekerjaan rumah utama Antara saat ini,” ucap Mukhlis, yang menjadi direktur utama sejak Oktober 2007.

Mukhlis meminta pegawai Antara tak perlu khawatir dengan rencana perampingan karyawan ini. Pasalnya, perampingan belum tentu berbentuk pemutusan hubungan kerja. Pegawai yang terkena program perampingan, kemungkinan dialihkan kerjanya ke unit bisnis baru yang mulai dirintis.

Salah satu unit kerja adalah televisi berbayar yang ditargetkan berdiri tahun depan. Apalagi, “Kami pastikan keputusan untuk perampingan akan melibatkan mereka (karyawan).”

Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung upaya pembenahan manajemen Antara. Tapi, kementerian menyerahkan sepenuhnya upaya pembenahan kepada manajemen kantor berita nasional yang berubah status menjadi perum pada Juli 2007 itu.

Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu sepakat jumlah karyawan menjadi persoalan di Antara. Maka dikajilah dua opsi, yakni pengurangan karyawan atau penambahan pekerjaan. "Keputusannya terserah manajemen.”

Persoalan sumber daya manusia lainnya di Antara adalah komposisi karyawan. Menurut Mukhlis, Antara hanya mempekerjakan 300 wartawan dari total 800 karyawan. Padahal, sebagai kantor berita seharusnya jumlah wartawannya lebih banyak.

Mestinya, paling tidak jumlah wartawan tiga per empat dari total jumlah karyawan. Artinya, jika angka ideal 500 karyawan terpenuhi, sebanyak 375 orang di antaranya adalah wartawan.

Agoeng Wijaya | Wahyudin Fahmi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122451 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Kejaksaan Periksa Perusahaan Terkait Alat Tes Flu Burung
Penahanan dan Penggeledahan PT Pos Mendesak
Korban Taksi Maut di Jalan Tol Bertambah
Jamaah Haji Beresiko Tinggi Alami Gangguan Kesehatan Dapat Kartu Kendali
Indeks Diperkirakan Terus Melaju

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data