BI Perlu Pertahankan BI Rate 8 Persen

Senin, 05 Mei 2008 | 14:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekonom Indef Avilliani menilai Bank Indonesia perlu mempertahankan BI rate atau Suku Bunga BI (SBI) pada posisi 8 persen. Kenaikan BI Rate justru akan berdampak buruk pada pasar modal karena investor akan berekspektasi suku bunga yang lebih tinggi sehingga melepas SUN-nya.

"Biarkan saja SBI 8 persen karena spread dengan The Fed kan 6 persen. Itu masih bagus," katanya ditemui di Kantor Bappenas, Senin (05/05).

Aviliani menilai dengan suku bunga 8 persen Indonesia masih menarik bagi investor. "Investasi masih masuk terus, kenapa musti dinaikkan," katanya. Hal ini, menurutnya, justru akan menjadi cost buat BI. Ia justru melihat masih ada ruang untuk penurunan SBI.

Menurutnya, dengan kondisi seperti saat ini teori SBI harus lebih tinggi dari tingkat inflasi tidak berlaku lagi. Laju inflasi tahunan sampai April mencapai 8,96 persen.

Kemudian, kenaikan SBI juga dinilainya akan membuat persoalan di sektor perbankan karena NPL nya akan bertambah. "Orang akan melihat suku bunga yang naik beban bagi industri," katanya.

Besok, BI akan menggelar Rapat Dewan Gubernur untuk menentukan suku bunga acuan (BI Rate).

Gunanto E S






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: