Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengusaha Dukung Kenaikan Harga BBM
Selasa, 06 Mei 2008 | 07:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mendukung rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Menaikan harga BBM dinilai berisiko paling kecil dibandingkan upaya lain untuk menambah subsidi.

"Biaya produksi tidak akan meningkat dengan kenaikan harga BBM, karena selama ini kami membeli dengan harga internasional," kata dia kepada Tempo melalui telepon, Selasa (6/5).

Ia menghitung, kenaikan harga BBM sebesar 20-30 persen masih bisa diterima kalangan pengusaha. "Asalkan tidak sampai 110 persen seperti beberapa tahun lalu," ujarnya.

Soal pengaruh terhadap kenaikan harga barang, Sofjan tak menepisnya. Namun peningkatan itu, kata dia, hanya sekitar dua persen. Kenaikan itu lantaran biaya transportasi dan upah karyawan ditambah.

Namun resiko itu jauh lebih kecil ketimbang pemerintah menahan harga BBM dan menambah subsidi. Penambahan subsidi berarti pemerintah membutuhkan biaya untuk menambal defisit anggaran. "Caranya kalau tidak menaikkan pajak ya menambah utang. Itu resikonya lebih besar buat pengusaha," kata aktivis '66 itu.

Uang subsidi, ia melanjutkan, lebih baik dialirkan ke pasar sehingga produksi berjalan lancar. Dengan demikian perputaran uang menjadi lancar.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin memastikan akan menaikkan harga BBM dalam waktu dekat. Belum ada jumlah besaran pasti, namun sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat menyebut harga BBM akan naik sekitar 28,7 persen. Desy Pakpahan

Dari Arsip Majalah TEMPO
Harga Minyak, Bukan Sekadar Asumsi APBN | 11 April 2005
Surat Pembaca | 04 April 2005
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Dilema Pemain Baru | 21 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Menyumbat Kebocoran Minyak | 21 Maret 2005
Hari Purnomo Meminta Pemeriksaan Dihentikan | 21 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Demo BBM Bentrok, Dua Polisi Luka Parah
Polisi Tangkap Pengangkut 5000 Liter Solar Oplosan
Polisi Segel Pom Bensin
Volume BBM Subsidi Terancam Bengkak 41 Juta Kilo Liter
Konsumsi Pertamax di Pantura Turun 60 persen
Uji Coba Kartu Pintar Bulan Juni
Polda Jawa Barat Sita 9 Ton Kondensat Minyak Mentah
Kejaksaan Selidiki Kasus Impor Minyak Pertamina
Sejumlah Industri Berancang-Ancang Tutup
Presiden Khawatirkan Tingginya Subsidi BBM
> selengkapnya...

Referensi

Kota-kota Mulai Lumpuh
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122541 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Wakil Presiden Tutup Raimuna IX
God Save the Queen di Silverstone
Pemerintah Banyuwangi Alokasikan Biaya Berobat Keluarga Miskin
Mayoritas SD Negeri di Kabupaten Malang Belum Bersertifikat
Panwas Protes KPU Jawa Timur

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data