Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sri Mulyani: Asumsi Makro APBN 2008 Akan Meleset
Selasa, 06 Mei 2008 | 19:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan hampir semua asumsi makroekonomi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN) 2008 akan meleset dari target semula. "Tampaknya akan lebih rendah dari target semula," katanya saat memaparkan kondisi dan rencana kerja pemerintah 2008-2009 kepada peserta Musyarawah Perencanaan Pembangunan Nasional di Jakarta kemarin.

Oleh sebab itu, kata dia, pemerintah ada kemungkinan akan meminta persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat merevisi kembali anggaran untuk kedua kalinya.

Dia memaparkan, ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi hanya akan mencapai 6,0 persen akibat naiknya harga komoditas pangan dan energi, serta dampak perlambatan ekonomi global. Dalam APBN 2008, pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi tahun ini 6,4 persen.

Pada kwartal pertama tahun ini, pertumbuhan masih cukup tinggi sekitar 6,3 persen. Tetapi, akibat naiknya harga minyak, tekanan harga komoditas, pengetatan kebijakan moneter, dan melemahnya investasi, maka pertumbuhan kwartal kedua dan selanjutnya akan lebih rendah dari kwartal pertama. "Jadi proyeksi pertumbuhan 6,0 persen itu cukup moderat karena harga tinggi sepertinya akan bertahan agak lama," kata Sri Mulyani. Inflasi juga akan melambung dari 6,5 persen menjadi 8,5-9,5 persen tahun ini. (lihat tabel).

Sementara itu, dalam Rancangan Kerja Pemerintah 2009, dasar penyusunan APBN 2009, pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 6,4-6,6 persen PDB, inflasi 5,5 persen, SBI 7,5 persen, harga minyak US$ 85-95 per barel, defisit 1,7-1,9 persen PDB, angka pengangguran 6,5-7,5 persen, dan angka kemiskinan 10,0-11 persen. "Target pertumbuhan 2009 yang realistis adalah 6,2-6,5 persen, inflasi 5,8-6,2 persen, SBI 7,25-7,75 persen, dan harga minyak US$ 95-100 per barel," kata Sri Mulyani.

Namun, dia tetap khawatir pada 2009, pemerintah juga akan kesulitan menetapkan sasaran ekonomi makro. Rancangan Kerja Pemerintah 2009 perlu direvisi lagi. "Targetnya sebaiknya diturunkan," ujarnya.

Agus Supriyanto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122609 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data