|
Kepemirsaan Televisi Lokal Anjlok
Rabu, 07 Mei 2008 | 01:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepemirsaan televisi lokal di mayoritas kota besar melorot pada kuartal pertama tahun ini. Padahal tahun lalu kepemirsaan sempat meningkat. “Ketika itu televisi lokal membidik jam tayang alternatif non-primetime,” kata Communications Executive AGB Nielsen Media Research, Andini Wijendaru, kepada Tempo di Jakarta, kemarin.
Andini memaparkan, hingga Maret 2008 rata-rata kepemirsaan per hari di tujuh dari sepuluh kota besar yang menjadi lokasi survei AGB Nielsen Media Research anjlok. Hanya Jakarta, Makassar, dan Banjarmasin yang menunjukkan tren peningkatan.
Penurunan paling drastis terjadi di Surabaya. Dari populasi survei 8,1 juta pemirsa, rata-rata kepemirsaan tiga stasiun televisi daerah di Kota Pahlawan itu 13 ribu pemirsa per hari, turun dari 18 ribu per hari pada periode yang sama tahun lalu. Pada saat yang bersamaan, kepemirsaan televisi cakupan nasional justru naik dari 1,01 juta menjadi 1,03 juta pemirsa.
“Di Surabaya, terjadi penggelembungan penonton pada primetime. Artinya, acara yang menarik justru dipasang pada jam bidikan televisi nasional.” Pola yang sama terjadi di enam kota besar lainnya, yakni Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, Palembang, dan Denpasar.
Andini memperkirakan kemerosotan ini karena perubahan strategi stasiun televisi daerah dengan menempatkan program unggulan pada primetime pukul 18.00-22.00 WIB. Akibatnya, kompetisinya berhadapan langsung dengan pola televisi nasional yang juga membidik jam tayang utama.
Sebaliknya, kepemirsaan stasiun televisi lokal yang membidik jam tayang alternatif justru cenderung meningkat. Di Makassar, misalnya, lonjakan penonton terjadi pada jam tayang alternatif. Alhasil, kepemirsaan di ibukota Sulawesi Selatan ini naik dari 1.000 penonton menjadi 2.000 setiap hari. Pada saat yang bersamaan, kepemirsaan televisi nasional malah justru merosot dari 187 ribu menjadi 155 ribu penonton setiap hari.
Kepemirsaan di Makassar sempat turun pada 2007 ketika televisi lokal membidik primetime. “Mungkin ada perubahan strategi sehingga naik kembali awal tahun ini,” ucap Andini.
Agoeng Wijaya
INDEKS BERITA LAINNYA :
|