Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Samudera Indonesia Bangun Terminal di Pelabuhan Samarinda
Rabu, 07 Mei 2008 | 16:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Samudera Indonesia Group, melalui anak usahanya, PT Tangguh Samudera Jaya akan membangun terminal di Pelabuhan Palaran, Samarinda. Proses konstruksi infrastruktur sampai sarana dimulai pada Mei ini.

"Targetnya, selesai dalam waktu 20 bulan," kata General Manager Tangguh Samudera Jaya, Mohammad Iqbal di Jakarta, Rabu (7/5). Menurut dia, pembangunan terminal ini sudah mendesak lantaran pertumbuhan Samarinda sangat pesat.

Terminal sepanjang 270 meter dibangun dengan kedalaman 6 meter dan kapasitas 220 ribu Teus per tahun. Untuk pembangunan proyek itu, Samudera mengalokasikan dana Rp 500 miliar yang berasal dari duit internal dan pinjaman perbankan.

Menurut Iqbal, terminal yang akan dibangun di lahan pemerintah itu nantinya dipakai untuk pengangkutan barang antar pulau. "Dari makanan, motor hingga mobil," katanya.

Sebelumnya, Samudera telah membangun terminal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Terminal Serba Guna Nusantara ini sepanjang 500 meter dengan kedalaman 8,5 meter. Dalam pembangunan terminal-terminal tersebut, Tangguh Samudera menggandeng PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) seperti disyaratkan Undang-undang 21/1992 tentang Pelayaran sebelum direvisi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Efendi Batubara mengatakan, peluang swasta masuk ke sektor pelabuhan semakin terbuka menyusul pengesahan revisi Undang-undang Pelayaran pada April lalu. "Dalam hal pelayanan terminal sampai pembangunan sarana prasarana," jelasnya.

Saat ini, dia menjelaskan, tidak hanya pemerintah atau badan usaha milik negara (BUMN) bidang pelayaran, seperti Pelindo yang boleh membangun infrastruktur pelabuhan. "Swasta juga ada jaminan masuk," ujarnya. Swasta juga tidak lagi harus menggandeng Pelindo untuk membangun, tetapi cukup mendapat konsesi dari pemerintah.

Harun Mahbub


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122670 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data