|
Bunga Kredit Bank Belum Akan Naik
Rabu, 07 Mei 2008 | 18:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan perbankan nasional menyatakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 basis point menjadi 8,25 persen, tidak akan serta merta diikuti oleh kenaikan suku bunga kredit. Alasannya kenaikan BI Rate belum mempengaruhi beban biaya perbankan.
Menurut Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. Agus Martowardojo, Bank Mandiri juga masih menghitung dampak kenaikan BI Rate dan harga bahan bakar minyak (BBM) sebelum menetapkan kebijakan suku bunga kredit. "Sampai sekarang belum ada revisi, jadi kenaikan BI belum memberikan dampak," katanya di Jakarta, Rabu (7/5).
Keputusan BI menaikkan bunga acuan, kata dia, sudah tepat untuk menahan laju inflasi. Kenaikan itu juga sudah diterima pasar uang. Begitu pun dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM. “Itu akan menjawab pertanyaan masyarakat tentang kemampuan pemerintah mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).”
Wakil Prsiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) Jahja Setiaatmadja juga mengemukakan BCA belum akan menaikkan bunga kredit kendati BI rate naik. Perbankan masih menoleransi kenaikan bunga acuan 25 basis point karena pendanaan cukup. "BI rate belum akan berpengaruh, kecuali naiknya 100 basis point.
Menurut dia, perbankan justru lebih memperharikan rencana harga BBM. Sebab kenaikan harga tersebut berpengaruh terhadap kinerja kredit komsumsi. Untuk mengantisipasinya, BCA akan berfokus mendanai sektor perkebunan dan telekomunikasi. Dia optimistis target kredit sebesar Rp 10-12 triliun untuk dua sektor tersebut akan tercapai pada 2008. Sebaliknya kredit konsumsi akan menurun menjadi 15 persen dari target sebelumnya 30 persen.
EKO NOPIANSYAH
INDEKS BERITA LAINNYA :
|