Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

KPI Dikritik Soal Kasus MNC
Jum'at, 09 Mei 2008 | 02:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara pesimistis dengan tindak lanjut Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) setelah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNC) tak terbukti melakukan praktek monopoli dalam bisnis televisi.

Padahal, menurut dia, tugas pengawasan selanjutnya di tangan KPI. “KPI tak akan bisa menjalankannya karena sudah teramputasi,” katanya kepada Tempo Rabu lalu di sela-sela diskusi di gedung Dewan Pers, Jakarta.

Leo menilai, KPI hanya dijadikan pengantar naskah oleh pemerintah dan sudah tak berdaya untuk menjadi pengawas industri penyiaran. KPI justru kerap menempatkan diri sebagai "agen polisi" dalam pengawasan tapi tak pernah membuahkan hasil.

Itu terjadi karena terjadi kolusi yang ketat dan saling menguntungkan antara pemerintah dan pengusaha. Leo mencontohkan, ketika Dewan Pers memperjuangkan Undang-undang Penyiaran, Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) justru sekubu dengan pemerintah. "Posisi KPI di situ lemah karena mereka dibentuk oleh parlemen.”

KPPU memutuskan tak melanjutkan pengusutan atas dugaan MNC melakukan monopoli dalam industri penyiaran karenamenguasai tiga stasiun televisi yang beroperasi di provinsi yang sama yakni RCTI, TPI, dan Global TV. Alasannya, tak ditemukan bukti penguasaan pasar. Keputusan ini akan disampaikan kepada Departemen Komunikasi dan Informatika berupa rekomendasi kebijakan. (Koran Tempo, 7 Mei)

Adapun KPI berjanji mengawasi kelompok usaha MNC lebih ketat. Anggota KPI Bidang Perizinan Don Bosco Selamun menghargai putusan KPPU sebagai produk judicial. “Monopoli atau tidak itu relatif karena bersifat kuantitatif. Namun menjadi berbahaya apabila sudah powerfull dan bisa mempengaruhi masyarakat,” ucapnya.

Ig. Widi Nugroho


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122764 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

SBY Diminta Evaluasi Kinerja Menteri ESDM
Jenazah Sophan Sophiaan Tiba Di Rumah Duka
Jenazah Sophan Tiba Di Bandara Soekarno Hatta
DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data