|
OPEC Akan Tambah Jumlah Pasokan Minyak
Sabtu, 10 Mei 2008 | 07:47 WIB
TEMPO Interaktif, New York:
Saat harga minyak mulai melonjak, salah satu negara anggota OPEC memberikan sinyal akan menambah pasokan minyaknya untuk membantu menurunkan harga minyak yang menggelembung.
Shukri Ghanem, Pejabat Perminyakan Libya, mengisyaratkan OPEC boleh menambah pasokannya jika harga minyak terus naik. Bahkan Ghanem merencanakan untuk mengadakan pertemuan anggota OPEC sebelum Sepetember, yang akan membahas mengenai langkah-langkah negara OPEC untuk menstabilkan harga minyak di pasaran.
Pernyataan tersebut menandakan adanya pergantian posisi dalam OPEC. Sejak pertemuan terakhir anggota OPEC pada Maret lalu, OPEC terus menperdebatkan tentang ulah para spekulan yang membuat harga minyak merangkak naik dan bukan kesalahan pasar.
Tetapi dalam beberapa minggu terakhir, harga minyak mulai mengalami perubahan karena adanya pembatasan export minyak oleh Nigeria. Harga minyak telah berada di atas 100 US$ per barel sejak awal Februari. Harga minyak mentah untuk pasokan bulan Juni telah ditutup pada harga US$125,6 per barrel di New York Jumat lalu, setelah naik tinggi hingga US$ 126,25 per barel sepanjang hari.
Sejak adanya peningkatan pasokan minyak di bulan September 2007, OPEC meyakini bahwa tingginya harga lebih disebabkan oleh investasi dan bukan masalah pasokan dan permintaan.
Hingga saat ini, para produsen minyak kurang fleksibel dalam menambah jumlah pasokannya. Bahkan negara-negara anggota OPEC tidak bersedia menemui Presiden Bush dan para pimpinan industri, serta tetap mempertahankan produksi mereka.
Salah seorang sumber OPEC, mengatakan bahwa OPEC akan menambah jumlah pasokannya hingga 500 ribu barrel per hari untuk memberikan dampak yang berarti untuk menurunkan harga.
Namun, menurut Analist Lehman brothers, Adam Robinson mengatakan keputusan ini seperti bermain api.
"Setiap kali harga minyak naik dan kita memberikan tekanan psikologis, akan sangat membahayakan kestabilan harga, seperti membunuh angsa yang sedang mengerami telur emasnya, ketakutan terbesarnya adalah keputusan ini bisa memicu kejadian yang tidak bisa mereka kontrol." ujarnya.
Sekretaris Jenderal OPEC,Abdalla Salem El-Badri, meyakini tidak ada penimbunan minyak oleh sepkulan di pasar dan naiknya harga semata-mata karena mekanisme pasar dan investasi. Namun, ia menegaskan bahwa OPEC akan tetap bertindak bila pasar menunjukkan kenaikan harga.
Secara terpisah, Brazil menyatakan akan menjadi anggota OPEC. Presiden Luiz Inaco Lula Da silva mengatakan negaranya telah menemukan ladang minyak baru dan dapat membuat Brazil menjadi negara pengekspor minyak utama dunia. Ia berharap penemuan ladang minyak baru ini bisa membantu menurunkan harga minyak bumi dunia.
Tahun lalu, anggota OPEC bertambah menjadi 13 anggota setelah Anola dan Ekuader bergabung. Namun, Indonesia, yang bergabung sejak 1962, mengisyaratkan akan melepas keanggotaannya di OPEC.
New York Times | Fanny Febyanti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|