Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kalla Minta Pengusaha Dukung Kenaikan Harga BBM
Sabtu, 10 Mei 2008 | 13:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta kalangan pengusaha mendukung penuh rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Mei ini. Keputusan menaikkan harga BBM dinilai paling kecil risikonya.

"Memang akan ada kenaikan, misalnya transportasi dan beberapa kebutuhan lain, tetapi bagi masyarakat miskin itu bisa tertutup oleh bantuan langsung tunai (BLT)," ujar Kalla saat meresmikan Gedung Recapital Building Jakarta Sabtu (10/5).

Dengan kenaikan ini, ujar Kalla, bisa menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2008 supaya tidak jebol. "Kalau tidak naik, defisit bisa mencapai 4 sampai 4,5 persen, karena subsidi BBM bisa Rp 300 triliun," kata Kalla.

Keputusan ini, ujar Kalla, memang sulit. Pemerintah pun sebenarnya tidak mau menaikkan jika tekanan harga minyak mentah dunia tidak begitu besar. "Saya ucapkan terima kasih kepada para pengusaha yang mendukung," ujarnya.

Kalaupun dilakukan penghematan, ujar Kalla, belum bisa menutupi subsidi yang membengkak. Pemerintah juga tidak akan memotong anggaran departemen sekedar untuk mengimbangi gejala tersebut. "Tidak mungkin pembangunan jalan, biaya sekolah dan kesehatan dipotong. Jadi, kalau tak dinaikkan lebih menyusahkan," katanya.

Para pihak yang tidak setuju atau melakukan demonstrasi menentang rencana ini, kata Kalla, termasuk golongan yang setuju subsidi BBM untuk orang-orang kaya. "Karena 80 persennya itu yang konsumsi adalah orang kaya, selebihnya masyarakat miskin itu pun lewat angkutan umum," kata Kalla.

Saat ini, kata Kalla, rata-rata pemerintah memberikan subsidi Rp 6 sampai 8 ribu untuk bensin, solar, dan minyak tanah. "Itulah artinya, kalau tak naik susah semua," kata Kalla.

Negara Indonesia, kata Kalla, negara yang paling tinggi subsidinya. Iran menjual BBM seharga Rp 10 ribu per liter dan itu pun dibatasi. Saudi Arabia memang menjual Rp 2.500 per liter. "Tetapi di Saudi itu jumlah penduduknya 20 juta, di Indonesia 10 kali lipatnya," ujarnya.

Anton Aprianto

Dari Arsip Majalah TEMPO
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
Berbelok di Tikungan Akhir | 28 Maret 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Kaum Miskin Ketinggalan | 21 Maret 2005
Tak Minyak, Arang pun Jadi | 21 Maret 2005
Tidak Akan Transparan | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM
Kalla Tak Khawatir Turun Popularitas Seiring Kenaikan BBM
Daya Beli Turun, Permintaan Plastik Berkurang
25 Ton Solar Ilegal Disita Polisi Pelabuhan
Kalla Anggap Kenaikan BBM Perlu Didukung
Warga Borong Bensin di Jalur Pantura
Demo BBM Bentrok, Dua Polisi Luka Parah
Pengusaha Angkutan Umum Tolak Kenaikan Harga BBM
DPR Maklum Jika Pemerintah Menaikkan Harga BBM
Asumsi Harga Minyak di APBN Sudah Tak Layak
> selengkapnya...

Referensi

Berpihak pada Orang Kaya
Harga Premium Sekitar Rp 6.000
Siapa Boleh Membeli
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122825 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Kejaksaan Siapkan Eksekusi Amrozi Cs
Utang Bahan Bakar Militer Tanggung Jawab Pemerintah
Hong Kong Wajibkan Label Produk Impor
DPR akan Bertemu Pimpinan KPK
Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data