Kadin Minta Kenaikan BBM Dipercepat
Senin, 12 Mei 2008 | 17:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kamar Dagang dan Industri Indonesia mendesak pemerintah mempercepat putusan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebab, sikap mengulur waktu hanya mengundang ketidakpastian yang berujung pada kenaikan harga bahan pokok.
"Pemerintah tidak perlu menunggu bulan depan atau apa, karena ketidakpastian menimbulkan spekulasi. Orang makin mengamankan harganya masing-masing, jadinya tidak riil," ujar Ketua Umum Kadin MS Hidayat, Senin (12/5) di Jakarta.
Ia menilai rencana kenaikan BBM pada Juni terlalu lama. Tapi ia tak menyebutkan kapan sebaiknya karena itu putusan politik pemerintah.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan harga BBM akan dinaikkan 25 - 30 persen akhir Mei ini. Pengumumannya menunggu persiapan administrasi bantuan langsung tunai (BLT) yang perlu waktu minimal 20 hari (Koran Tempo, 11 Mei).
Kendati kenaikan BBM akan memukul industri manufaktur, yang bersifat padat karya, namun pengusaha sudah memprediksinya. Sektor industri juga tidak akan kaget karena sudah mengalami kenaikan harga seiring penggunaan BBM industri dengan harga pasar.
"Tapi kalau BBM naik, pasar melemah karena daya beli turun. Itu berimbas pada kapasitas terpasang produksi," tuturnya. Karena itu, Hidayat meminta pemerintah memberi perhatian khusus dengan cara memberi insentif bagi industri padat karya yang paling kena imbas kenaikan BBM. "Ini untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja."
Ariyani





