close

Pembangunan Infratruktur Dinilai Kurang Serius

Senin, 12 Mei 2008 | 19:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pemerintah kurang serius dalam membangun infrastruktur. Sebab alokasi anggaran infrastruktur hanya 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal negara negara tetangga, seperti Thailand mampu mengalokasikan dana 15,4 persen dari PDB.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Mohammad Sulaeman Hidayat, mengatakan Vietnam mengalokasikan anggaran infrastruktur lebih tinggi, yaitu 9,9 persen dan Cina 7,4 persen dari PDB mereka. Bahkan Filipina yang negaranya banyak persoalan mampu mengalokasikan dana infrastruktur lebih tinggi, yaitu 3,6 persen dari PDB.

Pembangunan infrastruktur, kata dia, adalah salah satu kunci dalam mengatasi masalah transportasi dan berperan penting dalam mendorong investasi, serta memacu kegiatan ekspor impor. “Kinerja perekonomian akan terdongkrak,” kata Hidayat dalam rapat koordinasi nasional perhubungan oleh Kadin Indonesia di Jakarta Senin (12/5).

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian, Boediono, porsi PDB untuk infrastruktur memang merosot sejak sebelum krisis 1998. "Jika sebelum krisis mencapai 6 persen, sekarang hanya 3 persen," ujarnya. Namun pemerintah tetap berkomitmen mengamankan alokasi dana infrastruktur untuk memacu perekonomian.

Sebab, kata dia, pertumbuhan ekonomi 6-7 persen hanya omong kosong jika porsi infrastruktur hanya 3 persen dari PDB. Karena itu meski anggaran terbatas, tapi salah satu sektor prioritas pemerintah adalah infrastruktur. Ia juga sepakat bahwa sistem logistik nasional masih kalah jauh dibanding negara tetangga.

RR ARIYANI

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan