Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Dana Antara Belum Pasti Mengucur 2009
Selasa, 13 Mei 2008 | 01:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah belum bisa memastikan dana awal Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional ( Perum LKBN) Antara akan dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009." Saya belum tahu (periode kapan) karena itu diputuskan oleh Menteri Keuangan,” kata Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil akhir pekan lalu kepada Tempo di Jakarta.

Menurut dia, yang penting adalah menentukan neraca awal lebih dulu sebelum dana awal. Tapi jumlah neraca awaAntara baru dapat ditentukan setelah audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) rampung. Saat ini, audit sedang berjalan. "Termasuk (audit) terhadap asetnya.” Di sisi lain, Sofyan membenarkan bahwa untuk benar-benar menjadi perum,Antara harus memiliki modal awal dari negara.

Sebelumnya, Direktur UtamaAntara Ahmad Mukhlis Yusuf yakin dana segar mengucur melalui APBN 2009. Antara akan menggandeng investor untuk mengembangkan usaha televisi berbayar format digital pada tahun depan. Aksi bisnis ini untuk mendukung konsolidasi keuangan perusahaan.

Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu menuturkan, suntikan dana Rp 250-350 miliar itu sebagai konsekuensi rencana pemerintah membentuk neraca awal dan mengubah status hukum Antara menjadi perum. Status hukum berubah karena Undang-Undang Pers yang mengharuskan lembaga media massa berbentuk perusahaan. "Modal itu sekaligus untuk menutup bodong (kerugian) di Antara," ucap Said. (Koran Tempo, 30 April)

Antara berharap modal awal siap pada 2009. Menurut Mukhlis, fulus itu sangat mendesak guna merevitalisasi kantor berita yang tahun ini genap berusia 71 tahun. Antara selama ini menjalankan model bisnis lama, padahal perkembangan bisnis media telah jauh berkembang. “Modal itu mutlak jika memang ingin Antara mampu berperan lebih signifikan sebagai BUMN dan bagi penyebaran informasi publik,” katanya kemarin.

Wahyudin Fahmi | Agoeng Wijaya

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dengan Lisensi Selera Global | 11 April 2005
Habis Tiara Terbitlah Nakita  | 15 Desember 1998
Wartawan itu Buruh atau Bukan?  | 08 Desember 1998
Kencan Timmy Habibie dengan Ummat  | 08 Desember 1998
Tak Lagi Riset Dimonopoli  | 17 November 1998
Yang Penting Korannya, Bung!  | 27 Oktober 1998
Memilih Pasta Gigi atau Partai?  | 27 Oktober 1998
Arogansi  | 13 Oktober 1998
Andalas Teve, Masih Keren?  | 31 Mei 1999
Eksperimen dari Pojok Utankayu  | 17 Mei 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Siaran Astro Masih Dihentikan
KPI: Tiada Minggu Tanpa Teguran
KPI: 216 TV Lokal Menunggu Izin Frekuensi
SPS: Kecenderungan Industri Pers Mengerikan
Wakil Presiden Minta Media Bersikap Obyektif
Koran Tempo Dinilai Paling Independen
Sidang Gugatan Aset Pikiran Rakyat Digelar
Menjual Tema + Tawa
Berburu Beasiswa di Televisi
Polisi Minta Playboy Tidak Beredar di Jakarta
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122951 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data