Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pimpinan DPR Perintahkan Pembentukan Tim Privatisasi BUMN
Rabu, 14 Mei 2008 | 13:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memerintahkan Komisi VI dan XI membentuk Tim Privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pembentukan tim ini disinyalir terkait dengan semakin panasnya privatisasi PT Krakatau Steel yang mengarah kepada skema strategic sale (penjualan kepada mitra strategis).

Tim yang langsung diketuai oleh Ketua DPR Agung Laksono itu beranggotakan ketua dan anggota dari masing-masing komisi. Pimpinan DPR meminta setiap fraksi di dua komisi tersebut memasukkan nama-nama yang bakal bergabung secara proporsional.

Pembentukan tim yang dikomandani langsung oleh Ketua DPR seperti ini, sebelumnya hanya pernah terjadi dalam kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI). "Ini menjadi agak tidak lazim, apalagi isu privatisasi Krakatau Steel sedang hot," kata Anggota Komisi Keuangan DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) Drajat H Wibowo, di gedung DPR, Rabu (14/5).

Ia menganggap pembentukan Tim Privatisasi serta adanya campur tangan pimpinan DPR tersebut seperti memangkas kewenangan komisi terkait. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan ada gerakan di elit pemerintahan dan DPR untuk menggolkan penjualan Krakatau Steel.

"Persoalan Krakatau Steel yang memuat kepentingan orang banyak ini jangan direduksi dengan dibahas oleh tim kecil," ujar Drajat. Sepatutnya urusan privatisasi tersebut bisa diputuskan oleh masing-masing komisi untuk menghindari agenda-agenda terselubung. "Jadi harus dibahas terbuka."

Drajat memastikan dirinya tidak akan terlibat dan masuk dalam Tim Privatisasi tersebut. Ia merasa lebih nyaman berada di luar tim untuk menjalankan fungsi kontrolnya. "Jadi, sebaiknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyadap komunikasi orang-orang yang terkait penjualan Krakatau Steel," tuturnya.

Secara terpisah, anggota Komisi Keuangan dari PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo meminta pemerintah tidak bersikap seolah-oleh seperti calo investor asing dalam privatisasi produsen baja pelat merah tersebut. Ada tanda tanya besar ketika pemerintah bernafsu mendorong penjualan Krakatau Steel kepada pihak asing.

Padahal DPR belum memutuskan apa-apa dari dua opsi yang ada, yaitu IPO (pelepasan saham ke publik) dan strategic sale. "Seharusnya pemerintah menunggu persetujuan DPR terlebih dahulu," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini, Selasa (13/5) malam.

WAHYUDIN FAHMI

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dua Jalan Perkawinan Indosat  | 15 Desember 1998
Maaf, Tiada Uang dari BUMN  | 03 November 1998
Keruhnya Swastanisai PAM Jaya  | 13 April 1999
Ketika Air Harus Memihak  | 22 September 2003
Kontroversi Sebuah Rancangan | 22 September 2003
Semangat yang Telah Lama Dilakukan | 22 September 2003
Sukhoi dan Penjualan Indosat  | 14 Juli 2003
Indofarma: Setelah Rugi, Buyback  | 29 Juni 2003
Perlukah UU Ketenagalistrikan Diamendemen?  | 02 Pebruari 2004
Sedia Payung Sebelum Jual  | 02 Juni 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mahasiswa Banten Tolak Privatisasi Krakatau Steel
Mahasiswa Sumatera Barat Tolak Privatisasi 36 BUMN
Februari, Privatisasi BUMN Dibahas di DPR
Aturan Privatisasi Keluar Akhir Januari
Perdana Menteri Australia Hadiri Konferensi Perubahan Iklim
Jumlah BUMN akan Dipangkas Dari 140 ke 125
Investor Lokal Dominasi Penjualan Saham BNI
Divestasi Jasa Marga dan Wijaya Karya Tetap Sesuai Jadwal
Deputi Privatisasi di Kementerian BUMN Dibekukan
16 BUMN Akan Dijual Tahun Depan
> selengkapnya...

Referensi

Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
PP RI No. 56 Tahun 1999 Tentang Penjualan Saham Milik Negara RI Pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Kepres RI nomor 122 Tahun 2001 Tentang Tunjangan Tim Kebijakan Privatisasi BUMN
kepres nomor 24 tahun 2001 tentang tim konsultasi BUMN

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123039 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data