Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Perusahaan Cina dan India Buru Batu Bara Indonesia
Kamis, 15 Mei 2008 | 01:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Puluhan perusahaan India dan Cina berburu batu bara di lahan pertambangan Indonesia. Diantaranya National Thermal Power Corp (NTPC), perusahaan listrik India; Power Trading Company (PTC); Larsen & Turbo; Reliance; Agrawal Coal, dan Watien. Ketua Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia, Jeffrey Mulyono mengatakan India dan Cina berlomba mencari sumber daya alam batu bara karena besarnya cadangan di Indonesia. "Ada sekitar 15 perusahaan yang menyatakan minatnya," ujarnya kepada Tempo.

Besarnya kebutuhan batu bara India dan Cina menyebabkan mereka berburu ke Indonesia. Apalagi kedua negara itu pun memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara berkalori rendah, sama dengan mega proyek PLTU 10 ribu MW di Indonesia.

Jeffrey mengatakan, meski India dan Cina menyerbu batu bara Indonesia, pasokan domestik masih aman. Namun dia tidak memungkiri tetap diperlukannya sistem ketahanan energi batu bara. "Itu bisa diatur melalui domestic market obligation (DMO) atau lewat rencana kerja dan anggaran belanja," katanya.

Data Asosiasi Perusahaan Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menyatakan, Produksi batu bara Indonesia 2006 sekitar 193,54 juta ton. Dari jumlah itu, sekitar 145 juta ton diekspor ke Asia, Eropa dan negara lain. Kebutuhan konsumen dalam negeri seperti PLN, industri semen dan lainnya sekitar 45,5 juta ton. Tahun depan, diperkirakan produksi batu bara nasional mencapai 225 juta ton. Sekitar 75 juta ton untuk domestik dan 150 juta untuk ekspor.

Indonesia merupakan eksportir batu bara terbesar di dunia. India dan Cina memang produsen batu bara terbesar di dunia. Namun besarnya kebutuhan dalam negeri mereka menyebabkan mereka harus mengimpor batu bara dari negara lain. Bahkan mencari lahan konsesi di negara lain.

Staf Ahli Menteri Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Sukhyar mengatakan Kuasa Pertambangan (KP) di Indonesia tidak boleh dijual ke perusahaan asing. Perusahaan-perusahaan India dan Cina tersebut hanya boleh membeli produksi batu bara dari KP atau perusahaan lokal. Sehingga pembelian batu bara secara business to business. "Kalau ingin punya konsesi lahan maka harus berbentuk PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara). Atau KP ditransfer menjadi PKP2B," ujarnya.

Proses itupun, kata dia, harus melalui persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Masalahnya, hingga kini pemerintah tak memiliki catatan laporan mengenai jumlah KP di daerah.

NIEKE INDRIETTA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Komplotan Perompak Batu Bara Mahakam Ditangkap
Pengusaha Batu Bara Diminta Utamakan Kebutuhan Nasional
India Incar Blok Tambang Batu Bara Indonesia
Krakatau Bangun Terminal Batu Bara
Angkutan Batu Bara Butuh Kontrak Jangka Panjang
Pasokan Batu Bara Tersendat
Produsen Batu Bara Bakal Dikenai DMO
Cadangan Batubara di Banyuasin 2,5 Miliar Ton
Bukit Asam Akan Akuisisi Perusahaan Tambang
United Tractors Akan Akuisisi Empat Tambang Batubara
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123094 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Wakil Presiden Tutup Raimuna IX
God Save the Queen di Silverstone
Pemerintah Banyuwangi Alokasikan Biaya Berobat Keluarga Miskin
Mayoritas SD Negeri di Kabupaten Malang Belum Bersertifikat
Panwas Protes KPU Jawa Timur

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data