Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Partai Pendukung Sejalan dengan Pemerintah soal BBM
Jum'at, 16 Mei 2008 | 13:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Golkar menyatakan partai pendukung pemerintah tidak bertentangan dengan Yudhoyono-Kalla terkait kenaikan harga bahan bakar minyak. Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono meminta pemerintah tidak menaikkan harga minyak.

"Hubungan formal tidak ada masalah dengan partai pendukung," kata Agung Laksono di gedung MPR/DPR, Jumat(17/5).

Pemerintah berencana menaikkan harga BBM maksimal 30 persen karena harga minyak dunia saat ini sudah di atas US$ 100/barel. Akibat kenaikan itu, subsidi pemerintah untuk minyak, pangan, dan energi melonjak. Kenaikan harga BBM akan membantu mengurangi beban subsidi dari APBN 2008.

Kenaikan itu, ujar Agung, berakibat pada kenaikan seluruh harga kebutuhan pokok. Padahal, dia menambahkan, selama ini daya beli masyarakat sudah lemah. Kenaikan harga kebutuhan pokok akan memperlemah daya beli masyarakat. Kenaikan harga minyak juga berdampak pada kenaikan inflasi.

Agung menyarankan pemerintah menjadwalkan ulang jatuh tempo pembayaran utang. Selama ini, APBN dibebani pembayaran bunga utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia/ Kredit Likuiditas Bank Indonesia yang nilainya mencapai Rp 60 triliun. Penjadwalan ulang tersebut, katanya,
tidak berarti pemerintah mengemplang utang. Namun, rescheduling tersebut untuk memperbaiki infrastruktur minyak dan gas. "Sehingga lifting minyak bisa meningkat," katanya.

Pemerintah akan menerapkan program Bantuan Langsung Tunai Plus 23 Mei mendatang. Agung meminta pemerintah mengontrol efektivitas program subsidi untuk rakyat miskin yang telah dijalankan selama ini. Sehingga, penerapan Bantuan Langsung Tunai Plus yang dimunculkan
sebagai program antisipatif kenaikan harga bahan bakar minyak tepat sasaran. "Sebaiknya pemerintah memastikan dulu seratus persen subsidi untuk rakyat miskin itu benar-benar sampai ke rakyat," katanya.

Dia menilai perbedaan sikap partai pendukung pemerintah dengan Yudhoyono-Kalla merupakan konsekuensi dari koalisi yang tidak permanen. Partai-partai pendukung pemerintah, katanya, bisa memiliki pandangan yang bertentangan dengan pemerintah. "Itu resiko dari koalisi yang tidak mengikat," ujarnya.

KURNIASIH BUDI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123200 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Tabrakan Beruntun di Tol Simatupang
Bapepam-LK Umumkan Dua Nama Calon Komisaris BEI
Hari Ini Lima Demonstrasi di Jakarta
Polisi Akses 160 CCTV Obyek Vital Ibukota
Suara NU ke Pasangan Karsa, Perempuan ke Kaji

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data