Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Koreksi Target Pertumbuhan Ekspor
Rabu, 21 Mei 2008 | 18:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertumbuhan ekspor yang semula ditargetkan mencapai 13,5 persen dipastikan bakal turun menjadi 10-12 persen. Penyebab penurunan tersebut akibat kenaikan harga bahan bakar minyak sekitar 30 persen pada akhir Mei ini.

Kenaikan harga bahan bakar dipastikan mendorong peningkatan nilai ekspor karena harga jual produk otomatis akan naik. "Namun secara riil peningkatan harga bahan bakar akan menyebabkan penurunan volume ekspor," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Rabu (21/5). Menurut dia, kenaikan harga bahan bakar menyebabkan lonjakan biaya produksi dan penurunan volume.

Tahun lalu ekspor selain minyak dan gas bumi mencapai 15,61 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding target pertumbuhan ekspor pemerintah.

Mari menyatakan, optimistis penurunan pertumbuhan ekspor masih mencetak nilai ekspor yang baik. "Karena harga komoditas terus naik mencapai puncaknya. Dan untuk mencapai target, kami akan diversifikasi pasar dan produk ekspor," katanya.

Selain itu, kata dia, kekhawatiran penurunan nilai ekspor tahun lalu akibat guncangan resesi di Amerika Serikat dan lonjakan harga minyak mentah tidak terjadi. Nilai ekspor nonminyak tahun lalu US$ 92,01 miliar atau lebih tinggi dibandingkan sebelumnya US$ 79,59 miliar.

Menurut Mari, ekspor merupakan penyumbang utama pertumbuhan ekonomi setelah konsumsi. Peranan ini semakin tinggi terlihat dari porsi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi tahun lalu sebesar 47,4 persen naik dari 46,8 persen pada 2006.

Dia memperkirakan kenaikan harga bahan bakar pada tahun ini tidak banyak mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok. "Karena (pengusaha) sudah mengambil langkah-langkah penghematan energi sesuai usulan pemerintah," katanya. Mari menambahkan, pengaruh kenaikan akan dialami dari kenaikan biaya transportasi.

Hingga saat ini harga beras pada awal tahun stabil pada kisaran Rp 6.405 dan Rp 5.105 per kilogram. Pada musim panen April lalu, harga beras umum Rp 6.132 dan Rp 4.876 per kilogram. Sedangkan bulan ini, harga beras naik sedikit rata-rata Rp 100 per kilogram. Untuk minyak goreng pada awal 2008 Rp 9.471 dan Maret Rp 12.502 per liter. "Sejak April harga minyak goreng Rp 11.255 dan relatif stabil hingga kini," kata Mari.

RR ARIYANI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kenaikan Pungutan Ekpor Kulit Dikaji
Pengusaha Nilai Revisi Target Ekspor Realistis
Pemerintah Gejot Ekspor ke Negara EFTA
Ekspor Januari 2008 US$ 11,08 Miliar
Ekspor Indonesia Akan Meningkat
Pemerintah Alihkan Pasar Ekspor ke Asia
Pertumbuhan Ekspor ke Eropa Dipatok 12 Persen
Transaksi Pameran Ekspor Belum Mencapai Target
Bea Cukai Audit Eksportir-Importir
Negara Tujuan Ekspor Akan Diperluas
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123433 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Kejaksaan Siapkan Eksekusi Amrozi Cs
Utang Bahan Bakar Militer Tanggung Jawab Pemerintah
Hong Kong Wajibkan Label Produk Impor
DPR akan Bertemu Pimpinan KPK
Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data