|
Menteri Pertahanan Dukung IPO Krakatau
Jum'at, 23 Mei 2008 | 01:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan privatisasi PT Krakatau Steel (Persero) lebih baik melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Alasannya, penjualan melalui IPO lebih banyak dibeli oleh kalangan investor dalam negeri. "Kami ingin menjadi kendali, lebih baik IPO," ujarnya, di Kantor Presiden, Kamis (22/5).
Juwono menjelaskan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan direksi Krakatau Steel. Pertemuan tersebut membahas rencana akuisisi yang akan dilakukan oleh ArcelorMittal milik Laksmi Mittal.
Menurut dia, manajemen Krakatau sanggup menaikkan produksi dari tiga juta ton menjadi lima juta ton. Bahkan, kata Juwono, prestasi keuangan dan manajerial perusahaan baja itu sejak 18 bulan terakhir lebih baik dibandingkan 5-7 tahun lalu. "Sehingga tidak ada alasan untuk privatisasi," katanya.
Krakatau Steel, kata dia, memiliki daya tarik sebagai industri baja. Juwono menegaskan, sebaiknya Krakatau tetap dikuasai kalangan Indonesia. "Kita harus waspada, karena rekam jejak dan cara-cara Mittal kurang baik," ujarnya.
Juwono mengungkapkan, berdasarkan pengalaman di beberapa negara, seperti Aljazair dan Prancis, setelah melakukan akuisisi, Mittal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). "Memang efisiensi bagus untuk perusahaan. Tapi kenyataannya, 700-1.000 orang terkena PHK," katanya.
Untuk membahas rencana privatisasi Krakatau, kata Juwono, dirinya akan memprakarsai pertemuan tiga menteri untuk membahas rencana privatisasi PT Krakatau Steel (Persero). Para menteri tersebut adalah Menteri Perindustrian, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara dan Menteri Pertahanan. "Saya akan prakarsai pertemuan itu karena ini harus dilihat dari segi strategi industri pertahanan," ujarnya.
Komisaris Utama Krakatau Steel Taufiequrachman Ruki mengatakan, pertemuan manajemen Krakatau dengan Menteri Pertahanan dilakukan oleh Direktur Utama Krakatau Fazwar Bujang dan Komisaris Zacky Anwar Makarim.
Informasi yang diperoleh Ruki, Juwono meminta kesiapan Krakatau memasok bahan baku untuk kepentingan pertahanan keamanan. "Pak Fazwar menyatakan siap dan tak ada masalah untuk mendukung pasokan pertahanan," katanya.
Menteri Pertahanan, kata dia, menyatakan kekhawatirannya apabila Krakatau dijual ke mitra strategis. "Dalam pertemuan juga dibicarakan proses IPO akan lebih menjamin pasokan untuk pertahanan keamanan," ujar Ruki.
Departemen Pertahanan memandang penting kelancaran bahan baku untuk industri pertahanan keamanan. Saat ini lembaga ini sedang mengarahkan kebijakan kemandirian memproduksi alat-alat pertahanan. Krakatau mengembangkan produk baja khusus untuk pertahanan keamanan, yakni heat treated steel, Hardox 500. Komposisi kimia dan kekerasan material baja khusus ini disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan keamanan.
NININ DAMAYANTI | YULIAWATI | ALI NY
INDEKS BERITA LAINNYA :
|