close

Kalla : Produksi Minyak Indonesia Turun Akibat Kebijakan Masa Lalu

Senin, 26 Mei 2008 | 12:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan buruknya manajemen pengelolaan sumber daya energi Indonesia saat ini merupakan akibat buruk dan lambatnya pengelolaan kebijakan dan manajemen energi lima sampai sepuluh tahun yang lalu.

Menurut Kalla, seandainya pada lima sampai 10 tahun lalu Indonesia tidak telat melakukan eksekusi untuk mempercepat dan mempermudah investasi di bidang energi, produksi minyak dalam negeri bisa ditingkatkan.

"Sepuluh tahun yang lalu, semuanya serba dikritik, mau ambil minyak di hutan tidak boleh, pajak investasinya juga masih tinggi," kata Kalla saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II di Kantor Wapres Senin (26/5).

Walhasil ujar Kalla, produksi minyak terus menurun karena pembukaan ladang minyak yang baru sangat sulit, mahal dan berbelit. Baru satu sampai dua tahun ke depan,kata Kalla, peningkatan produksi bisa dilakukan.

"Karena kita beri insentif berupa pengurangan pajak buat barang-barang investasi bidang energi serta mulai ditemukannya sumur-sumur minyak baru seperti Cepu," kata Kalla.

Dampaknya, ujar Kalla, ketika harga minyak mentah dunia merangkak naik,Indonesia harus dihadapkan pada pilihan sulit untuk mengurangi subsidi dengan menaikkan harga BBM bersubsidi. "Dulu itu kerjanya hanya mengeluh, sehingga peningkatan produksi sulit," kata Kalla.

Anton Aprianto

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan