close

Pasar Properti Diprediksi Naik

Senin, 09 Juni 2008 | 14:40 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Ketua Real Estate Indonesia (REI) Surakarta Adib Ajiputra memperkirakan pasar perumahan di Surakarta akan naik beberapa bulan ke depan. Saat ini, meski harga bahan bakar minyak (BBM) dan BI Rate naik, pengusaha properti tak berani menaikkan harga jual. "Jika ingin berinvestasi di bidang properti, inilah saat yang tepat," kata Adib, Senin (9/6).

Kalau pun ada kenaikan, diperkirakan tak akan lebih dari 10 persen. Kelak, ketika masyarakat sudah mulai stabil, kenaikan harga properti bisa sampai 20 persen. Saat ini, kata Adib, mereka yang membeli properti umumnya dari kalangan investro untuk dijual kembali pada saat yang tepat.

Branch Manager Bank Tabungan Negara Solo, Dandung Handogo mengatakan dampak kenaikan harga BBM dan suku bunga BI acuan bagi tingkat Non Performing Loan (NPL) di kredit perumahan belum bisa di analisis. "Mungkin mulai bulan depan baru bisa terbaca," kata dia.

Ia memprediksi, akan banyak masyarakat yang mengalihkan anggaran pembayaran kredit perumahan untuk menutup kebutuhan hidup lain. "Jika ini terjadi, jelas NPL akan naik," kata Dandung. Saat ini tingkat NPL di bidang kredit perumahan masih berada di bawah angka 2,5%.

Saat ini BTN cabang Surakarta memiliki 12.216 debitur kredit kepemilikan rumah. Sebanyak 8.638 diantaranya merupakan debitur untuk kredit kepemilikan rumah sehat sederhana. Dari total debitur, terserap kredit perumahan senilai Rp. 283,46 miliar. Ahmad Rafiq

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan