Bakrieland Minta Kenaikan Harga Rusunami
Selasa, 10 Juni 2008 | 02:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bakrieland Development Tbk. meminta pemerintah mengkaji ulang harga rumah susun sederhana milik (rusunami) yang saat ini dijual seharga Rp 144 juta per unitnya.
Direktur Utama Bakrieland Development Hiramsyah Sambudhy Thaib mengatakan dengan naiknya harga bahan bangunan akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pengembang tak bisa melepas dengan harga ketentuan pemerintah itu.
Kenaikan harga itu, kata dia, sebaiknya diikuti dengan insentif dari pemerintah pusat dan daerah agar harga rusunami tetap terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Hiramsyah mencontohkan pemerintah seharusnya memangkas biaya yang tak diperlukan lagi.
"Pajak berganda dan semua kontribusi dihilangkan," kata
Hiramsyah usai topping off Bakrie Tower di kantor pemasaran Rasuna Epicentrum, Senin (9/6). Selain itu pemerintah juga harus mempercepat dan mengurangi biaya perizinan. "Pengembang tak masalah jika harus mengurangi margin keuntungan."
Bakrieland telah menginvestasikan Rp 400 miliar untuk membangun tahap pertama 8 tower rusunami di Sentra Primer Timur Pulo Gebang. Rusunami ini dibangun di atas lahan seluas 6 hektare milik Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perum Perumnas). Nantinya Bakrieland dan Perumnas akan membangun 20 tower yang dapat menyediakan 8 ribu unit hunian. RIEKA RAHADIANA




Komentar Anda :