Pasar Tak Kondusif, Imbal Hasil SUN Melonjak
Selasa, 10 Juni 2008 | 20:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Hasil lelang pasar Surat Utang Negara (SUN) menunjukkan imbal hasil (yield) melonjak tinggi akibat kondisi pasar surat utang yang bergejolak. Yield rata-rata tertimbang mencapai angka 13 persen untuk setiap SUN yang berhasil dilelang hari ini, yaitu seri FR0047 dan FR0048.
Direktur Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto menyatakan bahwa pasar memang tidak kondusif. "Untuk saat ini semakin menurun (bearish)," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (10/6).
Itu dipicu oleh adanya sentimen negatif global yang mempengaruhi investor terutama untuk investor asing. Sentimen global ini juga banyak dipicu oleh beberapa hal, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak rata-rata antara US $ 10 - 12 per barrel setiap harinya. "Investor akhirnya meminta yield yang lebih tinggi," kata Rahmat.
Rahmat juga menambahkan selama ini juga masih terjadi inflasi tinggi secara global. "Baik imported inflation maupun cost push inflation," katanya.
Faktor pendorong sentimen negatif adalah adanya kendala struktural di dalam pemerintahan. Dia mencontohkan masih ada kendala bagian minyak untuk negara (lifting) dan juga kendala dalam subsidi energi. "Namun kebijakan yang telah dibuat pemerintah lewat kenaikan harga BBM dan juga program penghematan telah dapat membantu mengurangi sentimen negatif yang ada," katanya.
Ezther Lastania
Topik :






Komentar Anda :