Presiden: Jangan Sampai Koruptor Hidup Tenang di Negara Lain
Kamis, 12 Juni 2008 | 13:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan harus ada kerjasama internasional, regional, dan multilateral untuk pemberantasan korupsi. Karena itu diperlukan mutual legal assistance dan extradition treaty dari negara lain.
?Agar benar-benar bersama memberantas korupsi yang efektif dalam komitmen global,? katanya saat membuka peluncuran Asia-Pasific Human Development Report 2008, di Istana Negara, Kamis (12/6).
Dalam pidatonya, Asisten Sekretaris Jenderal UNDP Olev Kjorven mengatakan, korupsi adalah masalah global yang berdampak pada negara.
Indonesia, Presiden Yudhoyono melanjutkan, menginginkan kerjasama dengan negara di ASEAN, Asia Pasifik, bahkan di seluruh dunia, dapat dilakukan kerjasama efektif.
?Jangan sampai ada safe heaven (surga dunia) bagi koruptor yang membawa kabur aset-aset negara dan hidup tenang di negara lain,? katanya.
Karena itu, Indonesia menyambut baik kerjasama dengan Bank Dunia dalam konsep Stolen Asset Recovery (StAR). Presiden telah menegaskan hal ini dalam pembicaraan dengan Presiden World Bank, Robert B. Zoellick di New York tahun lalu, untuk melakukan kerjasama yang praktis dan operasional.
?Agar bisa mengambil kembali aset negara yang dikorupsi oleh mereka yang tidak bertanggungjawab,? katanya.
Ninin Damayanti




Komentar Anda [1] :