Raja Arab Mengutuk Spekulan Minyak
Senin, 23 Juni 2008 | 07:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jeddah:
Pemimpin Arab Saudi, Raja Abdullah mengutuk spekulan minyak pada pertemuan di Jeddah, Arab Saudi, yang membahas bergolaknya harga minyak mentah.
Ia menyalahkan tingkat konsumsi yang tinggi dan pajak yang besar untuk bahan bakar menjadi penyebab tingginya harga bahan bakar minyak dunia.
Namun, "Diantara faktor penyebab melonjaknya harga minyak, spekulator yang mementingkan diri sendiri adalah penyebab utama," ujar Abdullah, Minggu (22/6) waktu setempat.
Raja Abdullah berjanji akan menambah jumlah pasokannya jika diperlukan untuk mengurangi tekanan harga minyak mentah yang mencapai 140 US$ per barel, dan telah menyebabkan keributan di beberapa negara. Saat ini, pasokan dari Arab Saudi mencapai 9,7 juta barel per hari.
Pihak kerajaan mengatakan akan memberi US$ 1,5 miliar untuk meringankan masalah energi di negara-negara miskin.
Pertemuan di Laut Merah, Jeddah itu diyakini tidak akan memberi pengaruh terhadap harga minyak. Chief Eksekutif Officer (CEO) Royal Dutch Shell, Jeroen Van Der VeerCrisis mengatakan ide-ide yang dikeluarkan dalam pertemuan tersebut terdengar bagus, namun tidak akan merubah harga minyak keesokan harinya. "Pertemuan ini bertujuan untuk membicarakan investasi. Untuk itu kita butuh jaminan stabilitas dan keamanan." ujarnya.
Fanny Febyanti
Topik :






Komentar Anda :