Pembangkit Cilacap Kembali Ngadat
Selasa, 24 Juni 2008 | 19:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) kembali bermasalah. Dua unit pembangkit dengan kapasitas masing-masing sebesar 300 megawatt (MW) hanya mampu beroperasi 17 persen.
Menurut Direktur PLN Jawa-Bali Murtaqi Syamsudin, akibat tidak beroperasinya Pembangkit Cilacap defsisit pasokan listrik di Jawa-Bali membengkak 700 megawatt. "Pengurangan bebannya juga sebesar itu," katanya kemarin.
Berdasarkan catatan Tempo Pembangkit Cilacap bermasalah sejak dioperasikan. Pada 2006 kemampuan operasional pembangkit tak pernah mencapai factor kapasitasnya. Bahkan menjelang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Cilacap kembali ngadat. Bahkan hingga November tahun tercata sudah tiga kali pembangkit buatan Cina itu berhenti beroperasi.
Murtaqi menjelaskan, gangguan pada Pembangkit Cilacap akibat menipisnya pasokan batu bara. Selama batu bara dipasok oleh Adaro. Penghentian pasokan karena operator pembangkit PT Sumber Segara Prima masih memiliki tunggakan utang kepada perusahaan batu bara tersebut. Menurut dia, masalah utang tersebut akan segera diselesaikan.
Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar menyatakan, telah meminta semua pembangkit di Jawa-Bali untuk beroperasi secara maksimal. Pengoperasian tersebut mengurangi defisit listrik yang terus membengkak.
Sebelumnya beberapa pembangkit di Jawa Bali tak mampu beroperasi maksimal. Pembangkit tersebut adalah PLTG Cilegon, PLTU Suralaya dan Paiton. Selain itu beberapa pembangkit mengalami gangguan pasokan bahan bakar antara lain, PLTU Tanjung Jati B dan Muara Tawar.
NIEKE INDRIETTA




Komentar Anda :