Pinjaman Lunak Indonesia Bakal Berkurang

Jum'at, 27 Juni 2008 | 19:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pinjaman lunak untuk Indonesia tahun depan bakal berkurang. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan, Rahmat Waluyanto, mengatakan Indonesia sudah termasuk negara yang tidak eligible untuk mendapat pinjaman lunak.

"Karena GDP (pendapatan nasional bruto) kita sudah lebih tinggi, sehingga sudah lulus dari kategori negara yang perlu dibantu dengan soft loan," kata Rahmat di Jakarta Jumat (27/06). Dengan demikian jumlah pinjaman lunak yang diberikan kreditor akan semakin sedikit.

Disamping itu, kata dia, negara-negara anggota lembaga keuangan seperti Asian Development Bank juga banyak. Di sisi lain akibat kenaikan harga komoditas banyak negara yang kondisinya lebih buruk dari Indonesia dan dinilai lebih perlu mendapatkan bantuan, sehingga sumberdayanya juga dialihkan ke negara-negara tersebut.

Untuk itu, tahun depan pemerintah akan memfokuskan kebijakan pembiayaan anggaran kepada penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Sebelumnya Rahmat mengatakan tahun depan pemerintah akan menargetkan penerbitan SBN netto sebesar Rp 94,7 triliun.

Gunanto E. S

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :