close

Dradjad : Awasi Tim Pansus Angket BBM DPR

Minggu, 06 Juli 2008 | 16:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional menyerukan supaya seluruh anggota Tim Pansus Angket DPR terkait kenaikan harga BBM diawasi ketat, termasuk dirinya.

"Anggota per anggotanya harus dikawal, kalau perlu seluruh telepon anggota pansus disadap," katanya dalam diskusi mengenai hak angket BBM DPR di Kantor Econit, Ahad.

Menurut anggota Komisi Keuangan dan Perbankan ini, hak angket ini sangat strategis dari sisi politik dan ekonomi. Kemudian, bergulirnya hak angket juga akan menjadi ancaman bagi pihak yang selama ini menikmati rente dari tata niaga migas. Dengan demikian, godaan Pansus Angket BBM akan sangat kencang.

"Ini membuka peluang untuk temen-temen anggota pansus untuk dimanfaatkan atau bernegosiasi dengan mafia migas," ujarnya.

Hak angket, kata Dradjad, ibarat pisau bermata dua. Jika berhasil akan membongkar penyelewengan sistem pengelolaan migas di Indonesia. Sebaliknya, bisa juga hasilnya nol besar karena kuatnya tarik-menarik kepentingan politik di dalamnya.

Dradjad bertekad akan mengawal hak angket tersebut."Kami ingin membongkar sistem pengelolaan energi di Indonesia," ucapnya.

Managing Director Econit Advisory Group Hendri Saparini menilai bergulirnya hak angket akan menjadi momok bagi mafia migas yang selama ini menikmati rente dari tata niaga minyak Indonesia yang lemah.

Hak angket menurutnya akan menarik kepentingan berbagai pihak termasuk produsen, pejabat, atau mafia migas. Terlebih, sektor migas selama ini sudah dikenal menjadi 'tambang' uang bagi berbagai pihak. "Sektor migas selalu berkaitan erat dengan kegiatan-kegiatan politik," ujar Hendri.

Lebih lanjut, Dradjad juga berharap kontroversi mengenai perebutan kursi ketua pansus hak angket BBM harus segera diakhiri. Ia berpendapat yang terpenting adalah segera membahas mekanisme kerja pansus.

Menurutnya, yang paling berhak atas posisi itu adalah F-PDIP, F-KB, dan F-PAN. "PDIP, PKB, dan PAN yang paling berhak karena dari awal paling tegas bersikap terhadap hak angket," katanya.

Gunanto E S

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan