Pertamina Hentikan Produksi Aspal Agustus

Rabu, 23 Juli 2008 | 00:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina (Persero), Achmad Faisal mengatakan selama Agustus akan menghentikan produksi aspal karena Kilang Cilacap memasuki masa perawatan. "Setelah itu produksi lagi," kata Faisal di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (23/7).

Ia menjelaskan, kilang Cilacap memproduksi aspal 600 ribu ton, sedangkan kebutuhan aspal domestik 1,2 juta ton. Karena itu, selama Kilang Cilacap memasuki masa perawatan Pertamina akan mencari impor aspal untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Dalam jangka panjang, menurut Faisal, Pertamina juga berniat menurunkan produksi aspalnya, karena pihaknya didorong menyerahkan laba dividen lebih tinggi. Saat ini harga aspal di pasar regional dan internasional lebih rendah dari harga bahan bakar minyak. Kilang-kilang di seluruh dunia lebih senang menjual bahan bakar minyak daripada aspal, sehingga produksi aspal turun.

Menurut Faisal, penurunan produksi aspal Pertamina diiringi dengan peningkatan produksi bahan bakar minyak dalam rangka menambah laba. Namun dia enggan menyebutkan jumlah persentase rencana penurunan
produksi aspal.

Sebelumnya, Direktur Bina Teknik Departemen Pekerjaan Umum Danis Sumadilaga mengungkapkan sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia terancam kekurangan aspal akibat minimnya pasokan. Ia berharap pengurangan produksi aspal Pertamina tidak lebih dari 489 ribu ton. Sebab, minimnya pasokan aspal dapat memacu kenaikan harga aspal dan mendorong agen untuk membeli aspal di pasar gelap Singapura yang kualitasnya kurang baik (Koran Tempo, 22 Juli 2008).

Aspal merupakan produksi sampingan Kilang Cilacap. Produksi utama kilang minyak berkapasitas 350 ribu barel per hari itu adalah premium dan kerosene (minyak tanah). Sedangkan yang akan diperbaiki pada Agustus mendatang adalah satu unit pengolahan kilang Cilacap berkapasitas 118 ribu barel per hari. Menurut Faisal, jumlah bahan bakar minyak yang akan diimpor Pertamina sebanyak kapasitas unit kilang yang diperbaiki.
Nieke Indrietta

TOPIK






Komentar Anda

Kirim