Rupiah Nangkring di Kisaran Rp 9.130-9.180
Rabu, 23 Juli 2008 | 08:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengamat pasar uang Bank Niaga Emmanuel K Krisnijayanto memperkirakan rupiah masih akan bergerak tipis pagi ini. Diperkirakan rupiah akan nangkring di kisaran Rp 9.130-9.180.
Pergerakan ini menurut Emmanuel, tak lepas dari pengaruh turunnya harga minyak dunia saat ini yang mencapai US$ 127 per barel. Keadaan ini berpengaruh pada dolar Amerika. Permintaan dolar cukup kuat namun ketersediaan mata uang Amerika itu masih terbatas.
"Tinggal menunggu saja mana yang tembus duluan antara dukungan yang kuat dan daya tahannya," ujar dia saat dihubungi pagi ini.
Menurutnya, akan cukup sulit rupiah menguat hingga level 9.100. Karena pendukung teknisnya dinilai masih sulit. Dia juga memperkirakan dengan turunnya harga minyak ini, membuat permintaan dolar dari perusahaan tambang dan minyak cukup besar.
"Mumpung lagi murah, beli sebanyak-banyaknya sebelum minyak naik lagi," ujarnya. Sementara eksportir sektor pertambangan dan perkebunan sawit, kata dia, akan mencari jalan aman untuk tetap menyimpan dolarnya.
Emmanuel juga melihat Bank Indonesia berusaha keras untuk mempertahankan rupiah di level Rp 9.100-9.200 ini. Hari ini pun diperkirakan Bank Indonesia juga masih akan tetap mengintervensi pasar uang menjaga kestabilan rupiah di level tersebut.
Dian Yuliastuti





