Pemerintah Dorong Penyerapan Anggaran BUMN
Rabu, 23 Juli 2008 | 12:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Penyerapan anggaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama ini masih terkendala teknis pelaksanaan proyek. Proyek BUMN yang tertinggi penyerapannya adalah proyek energi. "PLN tertinggi modal kerjanya," ujar Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil usai pembukaan kongres Human Resources Development se Asia di Jakarta Convention Center, hari ini.
Sofyan mengatakan, dalam sidang kabinet di Istana Negara kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan soal penyerapan modal BUMN. Menurut dia, beberapa proyek PLN sangat cepat. Misalnya proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt yang ditargetkan selesai pertengahan tahun depan bisa selesai dalam 2-3 bulan ini.
Akibatnya penyerapan anggaran PLN sangat tinggi. Penyerapan yang cukup tinggi juga terjadi pada BUMN sektor energi lainnya yaitu Perusahaan Gas Negara dan Pertamina.
BUMN perkebunan, katanya, memiliki program restrukturisasi pabrik gula. Anggaran program tersebut mencapai hampir Rp 8 triliun. Sebagian proyek itu, ujarnya, sudah berjalan. Sebagian lagi, dia melanjutkan, belum terlaksana karena terkendala mesin.
Selain itu penyerapan anggaran yang cukup tinggi di BUMN perkebunan diserap oleh proyek penambahan areal kebun serta peremajaan kebun. "Proyek berjalan cepat seperti yang diharapkan," katanya.
Dia berharap BUMN-BUMN mampu menyerap anggaran secara cepat. Apalagi masih tersisa waktu sekitar enam bulan hingga akhir tahun anggaran 2008. Sofyan mengaku tidak mengetahui secara pasti prosentase penyerapan anggaran BUMN.
Ia menjelaskan tingginya penyerapan modal BUMN akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi 2008. Apalagi alokasi anggaran untuk investasi cukup besar. Dia meminta proyek-proyek BUMN yang belum berjalan harus segera dilaksanakan, misalnya proyek untuk pabrik baja Krakatau Steel yang saat ini masih dalam proses.
KURNIASIH BUDI




Komentar Anda :