Investasi di Kawasan Industri Kariangau Belum Capai Target
Jum'at, 25 Juli 2008 | 08:34 WIB
TEMPO Interaktif, BALIKPAPAN:
Potensi investasi Kawasan Industri Kariangau (KIK) Balikpapan Kalimantan Timur baru tercapai 5 persen dari keseluruhan target investor yang menanamkan modalnya. Hanya sebanyak 7 perusahaan bergerak bidang perkayuan, karet dan batu bara yang memastikan menanamkan investasinya di KIK.
"Baru 5 persen dari harapan kami," kata Kepala Badan Penanaman Investasi Daerah Balikpapan, Suryanto, Jum'at (25/7). Pemerintah Kota Balikpapan mengharapkan pengembangan KIK mampu menarik minat investor diatas lahan seluas 2.198 hektare.
Satu daya tariknya dengan sudah adanya kesepakatan pembangunan pelabuhan peti kemas Kariangau antara Pemprov Kalimantan Timur dan PT Pelabuhan Indonesia.
Suryanto menargetkan adanya total investasi hingga 140 investor pada saat pelabuhan peti kemas dan sarana prasarana KIK siap untuk dipergunakan. Sesuai rencana, pembangunan pelabuhan dan sarana prasarana KIK tuntas pada tahun 2011.
Menurut Suryanto, investasi modal akan datang dengan sendirinya seiring adanya kepastian pengembangan KIK. Pemerintah Kota Balikpapan juga secara gencar mempromosikan peluang investasi KIK kepada pengusaha nasional dan international.
Untuk semakin menarik minat investor, Balikpapan juga telah menjalin kerja sama pembangunan pembangkit listrik sebesar 2 x 25 MW dari keseluruhan rencana daya listrik 100 MW. Disamping itu, Pemkot Balikpapan memberikan keringanan pajak daerah serta kemudahan semua perizinan lingkungan kepada para investor KIK.
"Semua dikerjakan seiring selama 2 tahun secara bersamaan. Saat pelabuhan peti kemas siap demikian pula sarana prasarananya," ujarnya.
KIK sekarang ini masih berupa lahan berbukit dengan sarana prasarana belum memadai. Sementara ini,
Kariangau hanya merupakan pelabuhan penyeberangan Balikpapan-Penajam Paser Utara dikelola PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan.
SG Wibisono





