Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

Jum'at, 25 Juli 2008 | 21:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merespon positif rencana ArcellorMittal membangun pabrik baja terintegrasi di wilayah Pasuruan dan Banten. Sehingga dengan adanya pabrik baja Mittal tersebut, pemerintah bisa memiliki acuan (benchmark) pembanding bagi kinerja PT Krakatau Steel (Persero).

"Saya senang sekali Mittal masuk ke Indonesia. Apalagi kalau dibangun bersebelahan dengan Krakatau Steel, jadi gampang buat benchmark," kata Menteri Negara BUMN, Sofyan A Djalil, seusai sholat Jumat di Gedung Garuda Jakarta, Jumat (25/7).

Menurut Sofyan, masuknya Mittal bisa memunculkan daya saing industri baja yang semakin baik. Ia mencontohkan persaingan yang terjadi antara PT Pertamina (Persero) dengan Shell dan Petronas, yang memacu kemajuan di perusahaan minyak pelat merah tersebut. "Pada prinsipnya persaingan itu indah dan berpengaruh baik," ujar dia.

Selain memunculkan persaingan sehat, ia mengharapkan rencana Mittal ini juga akan membawa investasi besar di dalam negeri. Kondisi ini, ia melanjutkan, bisa memberikan dorongan terhadap Krakatau Steel untuk lebih efisien dan meningkatkan kapasitas produksinya.

Selasa (22/7) lalu, Mittal kembali datang ke Indonesia untuk bertemu Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari. Pada pertemuan yang difasilitasi oleh Maxi Gunawan, Ketua Komite Kamar Dagang dan Industri Indonesia untuk Inggris itu, Mittal menyampaikan niatnya menjajaki pengembangan pabrik baja terintegrasi di wilayah Pasuruan dan Banten.

Wahyudin Fahmi






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: