Siasati Harga Bahan Bangunan, The Boutique Andalkan Konsep Alam
Senin, 28 Juli 2008 | 20:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Apartemen The Boutique yang terletak di Kemayoran mengandalkan konsep alam untuk menggaet konsumen. Hunian kelas menengah ini resmi tutup atap hari ini.
Menurut Chief Operating Officer SpringHill A.H. Marhendra mengatasi turunnya animo masyarakat terhadap kelas menengah cenderung akibat kenaikan harga bahan bakar minyak. "Karena itu kami desain hunian yang bersahabat dengan alam," ujarnya dalam konferensi pers di The Boutique.
Dengan cara itu, lanjut dia, pengembang bisa menyaingi kenaikan harga minyak yang berimbas pada harga bahan bangunan dan daya beli masyarakat. "Lebih banyak hijau," ucap Marhendra. Saat ini SpringHill juga tengah mengurus green certificate dari sebuah institusi asal Singapura.
Marhendra mengatak pihaknya membidik eksekutif muda berpenghasilan Rp 7,5 - 20 juta sebagai konsumen apartemen dengan total jumlah hunian 370 unit. Biaya pembangunan apartemen ini menelan dana Rp 120 miliar.
Direktur Pemasaran Perumnas Teddy Robinson yang juga hadir dalam acara itu menjelaskan hunian vertikal 33 lantai itu dibangun di atas tanah perusahaan pelat merah perumahan. "DP3KK menyerahkan 30 hektare lahan ke Perumnas berpuluh tahun yang lalu," kata dia.
Karena Perumnas mengemban misi pemerintah untuk penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan menengah dan bawah, lanjut Teddy, pengembangan kelas menengah atas dikerjasamakan dengan mitra. "Di belakang apartemen ini ada rumah susun sewa, Dakota, yang kami bangun," ujanrnya.
RIEKA RAHADIANA
Topik :






Komentar Anda :