Industri di Malang Minta Intensif PLN

Kamis, 07 Agustus 2008 | 20:05 WIB

TEMPO Interaktif, Malang:Industri di Malang, Jawa Timur, meminta PLN memberikan insentif menyusul penerapan hari kerja ke Sabtu-Minggu. Intensif yang diinginkan adalah potongan tarif langganan listrik dan jaminan tidak adanya pemadaman.

Kepala Bagian Umum PT Karya Niaga Bersama Wim Aprianto mengatakan, intensif harus diberikan karena perusahaan harus mengatur ulang sistem keorganisasian. Pengaturan tersebut selain menghabiskan waktu dan tenaga, juga biaya. "Ada pembengkakan biaya, misalnya untuk sosialisasi kepada karyawan," katanya, Kamis (7/8).

Wim mencotohkan, pihaknya harus mensosialisasikan pengalihan hari kerja kepada 1.100 karyawannya. Sosialisasi dilakukan secara intensif agar karyawan memahami. "Karyawam belum tentu mau masuk pada Sabtu dan Minggu. Jika tidak masuk, perusahaan rugi," ujarnya.

Asisten Manajer Pemasaran PLN Area Pelayanan Jaringan Malang Santjoko mengatakan, permintaan intensif industri tidak bisa dipenuhi. Alasannya, industri tidak mengeluarkan uang tambahan dalam pembayaran listrik pada program pengalihan hari kerja ini. "Harga listriknya tetap sama," katanya.

Data di PLN Malang sebanyak 35 perusahaan mulai mengalihkan hari kerja. Pengalihan ini berdasarkan atas surat keputusan bersama lima menteri tentang pengalihan waktu kerja untuk penghematan energi listrik.

BIBIN BINTARIADI






Komentar Anda

Kirim