close

Perdana Menteri Singapura Minta Kepastian Status Batam

Jum'at, 08 Agustus 2008 | 23:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyatakan, Singapura menghendaki agar status Batam sebagai zona perdagangan bebas (Free Trade Zone)segera dipastikan.

Dia menyampaikan hal itu di Istana—kediaman resmi Perdana Menteri Singapura di kawasan Orchard—saat
menemui sejumlah wartawan negara-negara ASEAN, Jumat (08/08).

Dalam pertemuan dan diskusi selama sekitar hampir 1 jam itu, Perdana Menteri Lee menjelaskan kerja sama Singapura dengan Indonesiatelah terjalin baik di pulau-pulau Batam, Bintan dan Karimun—semuanya terletak di daerah Provinsi Kepulauan Riau, Sumatera. “Kepastian status Batam akan membuat para pengusaha Singapura lebih tergerak dan aktif untuk memperbanyak investasi mereka di sana,” ujarnya.

Dia mengakui bahwa kepastian status Batam akan banyak tergantung pada kebijakan politik dan lingkungan pemerintah Indonesia. “Namun dalam hemat saya, kedua negara sebaiknya dapat menyegerakan pembicaraan menuju suatu kepastian status Batam, Bintan, dan Karimun,” ujarnya. Dengan demikian, Indonesia dan Singapura dapat bersama-sama segera memetik manfaatnya.

Menurut Lee, dalam wilayah regional ASEAN maupun Asia sekarang, ada kian banyak negara yang semakin menarik bagi investor asing, termasuk Singapura. “Di luar Indonesia, kami bisa bekerja sama dengan Vietnam, Thailand, bahkan juga Cina dan India,” Perdana Menteri menjelaskan tentang persaingan memikat investasi asing.

Menjawab pertanyaan Tempo tentang upaya peningkatan kerjasama ekonomi dan pendidikan di antara kedua negara, Lee mengakui Indonesia merupakan wilayah amat penting bagi hubungan bilateral, termasuk ekonomi dan pendidikan, “Bahkan Indonesia adalah pilar ASEAN. Tanpa Indonesia, ASEAN mustahil ada,” kata Lee sembari tersenyum.

Dia kemudian mencontohkan, bahwa kejelasan status Batam, Bintan dan Karimun adalah salah satu cara memperkuat hubungan bilateral ekonomi dalam waktu dekat. “Investasi di Batam tentu menyangkut modal yang besar. Pengusaha kami ingin kepastian untuk investasi mereka.”

Perdana Menteri Lee juga menyampaikan dirinya sempat membahas hal tersebut bersama Menteri Perdagangan Indonesia Mari Pangestu dalam sebuah pertemuan di Tokyo, Jepang, beberapa waktu lalu. Mengutip Lee, “Menteri
Mari berjanji akan segera menyelesaikan soal tersebut.”

Hermien Y. Kleden (Singapura)

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan